Ia meminta warga hanya mempercayai informasi yang berasal dari sumber resmi serta tidak menyebarkan kabar yang belum dipastikan kebenarannya.
“Kita bersyukur peringatan tsunami sudah berakhir. Mari tetap tenang, saling menjaga dan tidak membuat kepanikan dengan menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya,” kata Natsir Ali.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman sekaligus mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan setelah gempa NTT.
Hingga saat ini, BPBD masih melanjutkan asesmen di sejumlah wilayah untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai dampak gempa dan tsunami yang terpantau di Kepulauan Selayar. ***
Artikel Terkait
Ledakan Gas Hancurkan Dapur Makan Bergizi di Mojokerto, Tiga Teknisi Kritis Kena Luka Bakar
Sebut Ratusan Siswa Keracunan MBG Sebagai 'Berita Baik', Bupati Karo Dirujak Warganet
Buka Masa Sidang DPR 2026, Puan Pamer Sahkan 28 UU hingga Singgung Nasib RUU Perampasan Aset
Bukan Cuma Puskesmas, Prabowo Siapkan Ambulans Udara dan Dokter Terbang
NTT Diguncang Gempa M 7,7 hingga Air Laut Labuan Bajo Sempat Surut