Kesal Jadi Korban Bully di Kantor, Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bakar Ruang Rapat

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:30 WIB
Pembakaran kantor Diskominfo Kabupaten Kukar oleh salah satu pegawainya.  ( Instagram/damkarmatan_kukar)
Pembakaran kantor Diskominfo Kabupaten Kukar oleh salah satu pegawainya. ( Instagram/damkarmatan_kukar)

INSIBERNEWS - Menyoroti aksi nekat seorang pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, berinisial MFA yang kini diamankan polisi setelah diduga membakar salah satu ruang rapat di kantor tempatnya bekerja.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa pagi, 11 Agustus 2026. Saat ini, kasus dugaan pembakaran itu masih ditangani dan didalami oleh Polres Kutai Kartanegara.

Polisi masih menyelidiki motif di balik tindakan MFA. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, dugaan sementara berkaitan dengan persoalan pribadi yang dialami MFA dengan sejumlah rekan kerjanya.

Baca Juga: Brigadir Imansyah Dipatsus Propam Polda Sumut Usai Winda Lorenza Gowasa Meninggal, Ini Alasannya

Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang mengatakan MFA diduga merasa tidak nyaman karena kerap menjadi bahan candaan rekan-rekannya.

Foto MFA disebut beberapa kali diambil oleh rekan kerja, kemudian dibagikan ke grup percakapan bersama. Tak hanya itu, foto tersebut juga diduga digunakan sebagai stiker WhatsApp.

Kondisi tersebut diduga membuat MFA merasa kesal hingga akhirnya melakukan pembakaran di lingkungan kantor.

“Motifnya, saat melakukan pembakaran di Diskominfo, dia kesal dengan lingkungan, dengan karyawan lain. Karena sering difoto, terus dimasukkan ke grup, dibuat bahan olokan, kemudian dijadikan stiker,” kata Elnath, Rabu, 12 Agustus 2026.

Baca Juga: Tragis! Kapal MV Tihamah Diserang Rudal Houthi, 1 WNI Dikabarkan Tewas

MFA diketahui merupakan pegawai Diskominfo Kukar yang bekerja sebagai operator call center.

Polisi menduga aksi pembakaran tersebut bukan dilakukan secara spontan. MFA disebut telah mempersiapkan bahan bakar sebelum menjalankan aksinya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, MFA membeli bensin jenis Pertalite sekitar 30 hingga 40 liter. Bahan bakar itu kemudian dibawa ke salah satu ruang rapat yang berada di lantai tiga gedung Diskominfo Kukar.

Baca Juga: Babak Baru Skandal Korupsi Makan Bergizi Gratis, Kejagung Cecar 12 Saksi Kunci

“Beli bensin Pertalite sekitar 30-40 liter untuk dibawa ke ruangan,” ujar Elnath.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X