Dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi PPID Purwakarta pada Kamis, 2 Juli 2026, ia mengatakan lagu tersebut sebenarnya telah ditulis sejak 2020 sebagai bentuk refleksi atas perjalanan hidupnya sendiri, bukan ditujukan untuk merendahkan perempuan.
Menurutnya, karya tersebut lahir dari perenungan mengenai sikap dan perilaku dirinya di masa lalu yang ia nilai sebagai sosok yang nakal.
Baca Juga: Ketika UU Pers Bertemu Era TikTok: Masih Relevankah Regulasi yang Dibuat pada 1999?
"Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal," ujar Om Zein.
Ia menjelaskan, lirik yang menjadi sorotan merupakan bentuk kejujuran terhadap ketidaksempurnaan dirinya di masa lalu.
Om Zein mengaku bersyukur dilahirkan sebagai laki-laki. Menurutnya, apabila dirinya terlahir sebagai perempuan dengan karakter yang sama seperti masa mudanya, ia khawatir akan mengalami berbagai persoalan akibat belum mampu menjaga diri.
Baca Juga: Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 2295 Orang Operasi Penyelamatan Terus Berlangsung
Sampaikan Permintaan Maaf atas Polemik
Meski menegaskan lagu tersebut merupakan refleksi personal, Om Zein mengakui setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda terhadap sebuah karya.
Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa tersinggung atau tidak nyaman dengan isi lirik lagu tersebut.
"Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri," tegasnya. ***
Artikel Terkait
Ketika UU Pers Bertemu Era TikTok: Masih Relevankah Regulasi yang Dibuat pada 1999?
Serikat Buruh Minta Dilibatkan dalam Restrukturisasi BUMN Demi Cegah Gelombang PHK
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 2295 Orang Operasi Penyelamatan Terus Berlangsung
Kontroversi Lagu Bupati Purwakarta, Atalia Sebut Liriknya Tak Hormati Perempuan
Pelaku Kasus Korupsi MBG Bertambah, Perwira Tinggi Polri Aktif Resmi Jadi Tersangka
Belum Ditemukan, Mahasiswi Telkom University Nadira Az-Zahra Hilang Sejak 30 Juni 2026