Menanggapi viralnya video tersebut, TNI AD memastikan bahwa pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung.
Hasilnya, seluruh pihak sepakat bahwa kejadian tersebut murni disebabkan oleh persoalan teknis di lapangan dan tidak berkaitan dengan hal lain.
"Seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut merupakan persoalan teknis yang telah diselesaikan dengan baik melalui komunikasi dan klarifikasi," kata Donny.
Baca Juga: Serangan Drone Ukraina ke Kilang Minyak Rusia Picu Krisis BBM, Antrean SPBU Mengular
Dalam kesempatan yang sama, TNI AD juga memberikan apresiasi kepada panitia Mandiri Jogja Marathon 2026 yang dinilai tetap menjalankan tugas secara profesional dalam menjaga ketertiban dan menegakkan aturan perlombaan.
Donny berharap masyarakat dapat menyikapi video yang beredar dengan bijak dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.
"Kami berharap masyarakat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai fakta," tutupnya. ***
Artikel Terkait
Serangan Drone Ukraina ke Kilang Minyak Rusia Picu Krisis BBM, Antrean SPBU Mengular
Jerman Bangkit Lawan Pantai Gading, Deniz Undav Bersinar di Piala Dunia 2026, Samai Rekor Gol Lionel Messi
Pertemuan Perdana Iran-AS di Swiss Berlangsung Tegang, Isu Lebanon Jadi Batu Ujian Perdamaian
Belasan Jam Belum Padam, Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang Bikin Warga Cemas
Diduga Oleng saat di Tol, Mobil Travel di Sumut Hantam Belakang Truk hingga Tewaskan 4 Orang
Bertemu Prabowo, Dirut PLN Paparkan Langkah Pemulihan Listrik di Pulau Jawa
Harga MinyaKita Dipastikan Tak Naik, Pemerintah Pilih Perketat Distribusi daripada Naikkan HET