Klarifikasi TNI AD soal Video Viral Perwira Tinggi dan Ajudan di Jogja Marathon 2026

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 22 Juni 2026 | 15:59 WIB
Klarifikasi TNI AD soal Video Viral Perwira Tinggi dan Ajudan di Jogja Marathon 2026 (Istimewa)
Klarifikasi TNI AD soal Video Viral Perwira Tinggi dan Ajudan di Jogja Marathon 2026 (Istimewa)

INSIBERNEWS – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) memberikan penjelasan terkait video viral yang memperlihatkan seorang perwira tinggi TNI AD bersama ajudannya saat mengikuti ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 pada Minggu, 21 Juni 2026.

Video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah diunggah oleh sejumlah akun, termasuk akun Instagram @eventlari.id. Dalam rekaman yang beredar, terlihat adanya perdebatan antara seorang peserta dan petugas penyelenggara setelah seorang ajudan dihentikan saat perlombaan berlangsung.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi akibat kesalahpahaman teknis di lapangan dan bukan karena adanya pelanggaran aturan secara sengaja.

Baca Juga: Jerman Bangkit Lawan Pantai Gading, Deniz Undav Bersinar di Piala Dunia 2026, Samai Rekor Gol Lionel Messi

"Peristiwa itu merupakan kesalahpahaman antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung," ujar Donny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Menurut Donny, perwira tinggi yang terlihat dalam video tersebut adalah Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono yang saat ini menjabat sebagai Danrem 072/Pamungkas.

Saat mengikuti Mandiri Jogja Marathon 2026, Yuniar tidak berlari sendirian. Ia didampingi oleh istrinya, seorang anak, serta ajudannya. Keempatnya tercatat sebagai peserta resmi dan telah memperoleh nomor identitas peserta atau BIB dari panitia penyelenggara.

Baca Juga: Pertemuan Perdana Iran-AS di Swiss Berlangsung Tegang, Isu Lebanon Jadi Batu Ujian Perdamaian

Nomor BIB merupakan syarat wajib yang harus dikenakan oleh seluruh peserta selama perlombaan berlangsung sebagai tanda registrasi resmi.

TNI AD menjelaskan bahwa akar persoalan muncul ketika nomor BIB milik ajudan Brigjen Yuniar diduga terlepas saat berada di jalur lomba yang padat peserta.

Akibat tidak terlihatnya identitas peserta tersebut, petugas lintasan melakukan pemeriksaan dan menghentikan ajudan yang saat itu tengah berlari sambil mendokumentasikan kegiatan Danrem selama lomba berlangsung.

Baca Juga: Bertemu Prabowo, Dirut PLN Paparkan Langkah Pemulihan Listrik di Pulau Jawa

"Dugaan sementara, nomor peserta terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman ketika dilakukan pemeriksaan oleh petugas," jelas Donny.

Insiden penghentian tersebut kemudian memicu perdebatan singkat yang sempat terekam kamera dan menyebar luas di media sosial.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X