Dugaan Korupsi MBG Makin Meluas, Sony Sonjaya Bongkar Pengadaan CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar Diduga Fiktif

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 19 Juni 2026 | 09:30 WIB
Foto ilustrasi aktivitas dapur SPPG saat persiapan MBG.  (Instagram.com/badangizinasional.ri)
Foto ilustrasi aktivitas dapur SPPG saat persiapan MBG. (Instagram.com/badangizinasional.ri)

INSIBERNEWS – Kasus dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026 kembali memunculkan fakta baru.

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengungkap adanya dugaan pengadaan fiktif ribuan kamera pengawas (CCTV) dan perangkat sidik jari dengan nilai proyek yang disebut mencapai lebih dari Rp300 miliar.

Informasi tersebut disampaikan melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, usai Sony menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (19/6/2026).

Baca Juga: Ogah Lewat Meja Hijau, Trump Bakal Bombardir Jika Iran Nekat Ingkar Janji Perdamaian

Menurut Krisna, kliennya menemukan indikasi persoalan yang nilainya bahkan lebih besar dibanding kerugian negara yang selama ini menjadi sorotan dalam kasus tersebut.

“Pak Sony menyampaikan bahwa sebelum beliau bergabung di BGN, sudah terdapat kontrak pengadaan CCTV dan sistem sidik jari yang nilainya sangat besar,” ujar Krisna kepada wartawan.

Krisna menjelaskan, pengadaan tersebut dilakukan melalui pihak ketiga atau perusahaan outsourcing yang ditunjuk untuk memasang CCTV dan perangkat fingerprint di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga: Misteri Kematian Lansia di Taman Pramuka Tangerang, Ditemukan Terikat Kawat dan Sudah Membusuk

Dalam skema yang dirancang, setiap SPPG dijadwalkan mendapatkan lima unit CCTV. Dengan jumlah SPPG yang tersebar di berbagai wilayah, kebutuhan perangkat diperkirakan mencapai sekitar 5.000 unit CCTV lengkap dengan sistem sidik jari.

Perangkat tersebut rencananya digunakan untuk mendata penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Setiap penerima manfaat diwajibkan melakukan pemindaian sidik jari yang terhubung langsung dengan sistem di SPPG.

“Konsepnya adalah penerima manfaat melakukan scan sidik jari yang kemudian terintegrasi dengan data di SPPG. Karena itu dibutuhkan pemasangan ribuan CCTV dan perangkat fingerprint,” jelasnya.

Baca Juga: Bawa Buku Catatan Saat Diperiksa, Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Mulai Buka Fakta Baru Kasus Korupsi MBG?

Vendor Tak Bisa Tunjukkan Hasil Pengadaan

Kecurigaan terhadap proyek tersebut muncul ketika Sony meminta penjelasan kepada pihak vendor sebelum kontrak berakhir pada 19 Februari 2026.

Saat melakukan pengecekan terhadap realisasi pengadaan di salah satu sekolah, pihak vendor disebut tidak mampu menunjukkan bukti keberadaan perangkat yang telah dikontrakkan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X