Emosi Saat Belanja, Oknum TNI di Belu NTT Diduga Tinju Kasir Minimarket

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 14 Juni 2026 | 17:43 WIB
Emosi Saat Belanja, Oknum TNI di Belu NTT Diduga Tinju Kasir Minimarket (Foto : ykp.or.id)
Emosi Saat Belanja, Oknum TNI di Belu NTT Diduga Tinju Kasir Minimarket (Foto : ykp.or.id)

INSIBERNEWS - Video CCTV yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan seorang anggota TNI terhadap kasir minimarket di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria yang diketahui merupakan anggota TNI berinisial Kopral Dua F diduga melayangkan pukulan ke wajah seorang kasir minimarket berinisial FSD di Kelurahan Fatubenao, Atambua.

Insiden tersebut disebut terjadi pada Kamis malam, 11 Juni 2026, dan diduga dipicu kesalahpahaman saat proses pembayaran di minimarket.

Baca Juga: Isu Lengserkan Prabowo Menguat, Pengamat Soroti Kekecewaan Publik yang Menumpuk

Berdasarkan informasi yang beredar, anggota TNI yang bertugas di Batalyon 744/Todir Kabupaten Belu itu membeli air mineral seharga Rp5.000. Namun saat melakukan pembayaran di kasir, total harga berubah menjadi Rp5.500 karena adanya tambahan biaya kantong plastik sebesar Rp500.

Situasi memanas ketika oknum tersebut merasa keberatan dengan biaya tambahan itu. Ia menganggap biaya plastik seharusnya ditanggung pihak penjual, bukan dibebankan kepada pembeli.

Perdebatan pun tak terhindarkan hingga berujung emosi. Dalam video CCTV yang viral, anggota TNI tersebut diduga melakukan pemukulan terhadap kasir minimarket.

Baca Juga: UEA Dikabarkan Rela Gelontorkan Rp355 Triliun ke Iran Demi Hindari Serangan

Menanggapi kejadian tersebut, pihak Yonif 744/SYB akhirnya buka suara. Kakorum Yonif 744/SYB Kapten Inf Army Nurhardio Priono, S.Tr.(Han) menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang sempat menghebohkan masyarakat Atambua itu.

“Kami atas nama Yonif 744 menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Kami akui terjadi kesalahpahaman, namun pihak korban dan anggota kami telah sepakat berdamai secara kekeluargaan di POM Atambua,” ujar Nurhardio Priono, Minggu (14/6/2026).

Ia menegaskan bahwa pihak internal satuan akan tetap melakukan pembinaan terhadap anggotanya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Baca Juga: Ekstasi dan Sabu Cair Senilai Rp18,5 Miliar Gagal Masuk Jawa Timur, Dua Pelaku Berhasil Ditangkap

“Kami berterima kasih kepada keluarga adik FSD yang bersedia menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan serta kepada POM Atambua yang telah memfasilitasi proses perdamaian,” tambahnya.

Dalam surat pernyataan damai yang ditandatangani kedua belah pihak bersama saksi, terdapat tiga poin utama kesepakatan. Pertama, peristiwa tersebut disebut dilakukan secara pribadi oleh anggota berinisial F tanpa melibatkan anggota TNI lainnya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X