Kisruh SPMB Jabar, Dedi Mulyadi Siapkan Sekolah Swasta Gratis bagi Warga Tak Mampu

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:24 WIB
Gubernur Jawa Barat - Dedi Mulyadi (Foto : ist)
Gubernur Jawa Barat - Dedi Mulyadi (Foto : ist)

INSIBERNEWS - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan, meski gagal lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK negeri.

Kebijakan tersebut muncul setelah polemik dan protes orang tua terkait ketatnya proses penerimaan siswa baru di sejumlah sekolah negeri di Jawa Barat.

Dalam keterangannya di Bandung pada Jumat, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa pemerintah daerah akan menjamin biaya pendidikan bagi siswa dari kelompok ekonomi rentan yang harus bersekolah di sekolah swasta akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Baca Juga: Onyo Meledak! Betrand Peto Pasang Badan untuk Ruben Onsu, Ancam Bakal Bongkar Aib Sarwendah

“Bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri, masih ada pilihan sekolah swasta. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung biaya pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu,” ujar Dedi.

Pemprov Jabar Akui Keterbatasan Sekolah Negeri

Dedi menilai kemarahan para orang tua siswa bukanlah kesalahan masyarakat, melainkan bentuk kegagalan pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan yang merata bagi seluruh warga.

Pernyataan itu disampaikan menyusul viralnya aksi protes sejumlah orang tua di kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat karena anak mereka terancam tidak mendapatkan sekolah negeri.

Menurut Dedi, hingga saat ini pemerintah memang belum memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung seluruh calon peserta didik di sekolah negeri.

Baca Juga: Malam Ini Monas hingga Bundaran HI Bakal Mati Lampu Serentak, Pemprov DKI Dorong Aksi Peduli Lingkungan

“Kami belum mampu menyediakan sekolah negeri dan guru negeri bagi seluruh rakyat. Itu menjadi tanggung jawab pemerintah,” katanya.

Dedi juga menyoroti persoalan sistem pemetaan wilayah dalam proses penerimaan siswa baru. Ia menyebut banyaknya pendaftar dari luar wilayah membuat persaingan masuk sekolah negeri semakin ketat.

Akibatnya, calon siswa yang sebelumnya memiliki peluang diterima justru mengalami penurunan peringkat karena membludaknya jumlah pendaftar di sekolah tertentu.

Baca Juga: Dendam Lama Berujung Teror, Pria di Demak Bakar Rumah Mantan Kades dan ASN

Menurutnya, kondisi tersebut memicu keresahan orang tua karena anak mereka berpotensi gagal masuk sekolah negeri meski sebelumnya memiliki peluang besar.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X