INSIBERNEWS - Pasar keuangan Indonesia menutup pekan dengan kinerja yang lebih positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah sama-sama mencatat penguatan pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, seiring membaiknya sentimen global dan meredanya kekhawatiran terhadap gejolak geopolitik.
IHSG berhasil kembali menembus level psikologis 6.000 setelah menguat sekitar 2,1 persen.
Sementara itu, rupiah turut menunjukkan performa yang lebih baik dengan apresiasi sekitar 0,7 persen hingga berada di kisaran Rp17.870 per dolar Amerika Serikat.
Baca Juga: Demo Mahasiswa Jakarta Disusupi, Dua Orang Bawa Molotov Diciduk Polisi
Analis pasar menilai penguatan tersebut didorong oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari dalam negeri, pasar merespons positif klarifikasi terkait peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia dalam tata kelola ekspor komoditas strategis yang sebelumnya menjadi perhatian pelaku investasi.
Di sisi global, sentimen positif datang dari penurunan harga minyak mentah dunia. Harga Brent tercatat melemah lebih dari 4 persen dan bergerak di kisaran USD86,7 per barel.
Koreksi harga energi ini memberikan ruang bagi pasar untuk kembali bergerak lebih optimistis.
Baca Juga: Iran dan AS Diklaim Makin Dekat Berdamai, Trump Sebut Bocoran Dokumen Hoaks
Penurunan harga minyak dipicu oleh meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Jalur pelayaran strategis tersebut selama ini menjadi perhatian dunia karena berperan penting dalam distribusi minyak dan gas global.
Laporan sejumlah media internasional menyebut komunikasi antara kedua negara menunjukkan perkembangan yang lebih konstruktif menjelang pertemuan para pemimpin negara-negara G7.
Meski belum menghasilkan perjanjian final, sinyal positif tersebut cukup untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Baca Juga: Bocah 6 Tahun Korban Bullying di Kramat Pulo Sadar Dari Kritis, Curhat Sering Dipalak dan Dipukuli
Dengan membaiknya kondisi pasar global dan stabilnya sentimen domestik, pelaku pasar berharap tren penguatan aset keuangan Indonesia dapat berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Namun investor tetap diminta mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global yang masih berpotensi memengaruhi arah pasar.***
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tajam, Menkeu Purbaya Pastikan Indonesia Jauh dari Krisis 1998
Menkeu Purbaya Buka Suara soal Transaksi Dolar di Pelabuhan: 'Wajib Pakai Rupiah!'
Dasco Bocorkan Jurus Pemerintah, Rupiah Diprediksi Menguat dalam Waktu Dekat
Dasco Ajak Masyarakat Tukar Dolar ke Rupiah, Yakin Nilai Tukar Bakal Menguat
Pasar Sambut Positif Negosiasi AS-Iran, Rupiah Kembali Bangkit ke Rp17.860 per Dolar