INSIBERNEWS – Terkait perencanaan penyesuaian tarif sejumlah rute Transjabodetabek, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.
Kebijakan tersebut disiapkan agar layanan transportasi publik tetap terjangkau sekaligus menjaga keberlanjutan subsidi yang selama ini diberikan pemerintah.
Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menegaskan bahwa layanan Transjakarta, termasuk jaringan Transjabodetabek, memiliki fungsi pelayanan publik yang kuat.
Baca Juga: 15 Tahun Dicari FBI, Buron Kasus Pelecehan Seksual Asal AS Diciduk di Depok
Karena itu, aspek keterjangkauan tarif menjadi salah satu pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan.
Menurut Chico, operasional Transjakarta selama ini didukung melalui skema Public Service Obligation (PSO) atau kewajiban pelayanan publik. Skema tersebut bertujuan memastikan masyarakat tetap dapat mengakses transportasi umum dengan biaya yang terjangkau.
"Pemprov DKI Jakarta tetap berpegang pada prinsip bahwa Transjakarta, termasuk Transjabodetabek, memiliki unsur PSO yang mengedepankan kemampuan ekonomi masyarakat sebagai salah satu pertimbangan utama," ujarnya.
Meski rencana penyesuaian tarif telah mencuat, Pemprov DKI Jakarta hingga kini belum menetapkan besaran tarif baru untuk layanan Transjabodetabek. Chico menyebut pembahasan terkait tarif maupun rute yang akan terdampak masih berlangsung di tingkat internal.
Ia juga belum dapat memastikan koridor mana saja yang akan mengalami perubahan tarif dalam waktu dekat. Seluruh opsi masih dalam tahap evaluasi sebelum keputusan resmi diumumkan kepada publik.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa pemerintah berencana menyesuaikan tarif beberapa rute Transjabodetabek pada bulan ini. Salah satu rute yang menjadi perhatian adalah layanan Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.
Menurut Pramono, evaluasi tarif tidak hanya dilakukan pada rute menuju bandara, tetapi juga sejumlah koridor Transjabodetabek lainnya yang dinilai memerlukan penyesuaian.
Baca Juga: Usai Hengkang dari NCT, Mark Lee Resmi Bangun Label Musik Sendiri Bernama Upper Room
"Pemerintah akan segera memutuskan tarif untuk rute Blok M–Soekarno-Hatta. Selain itu, beberapa rute Transjabodetabek lainnya juga sedang dikaji untuk penyesuaian tarif," kata Pramono.
Artikel Terkait
ESDM Perketat Pengawasan, Dugaan Tambang Emas Ilegal di Gunung Botak Terkuak
Perlindungan Pekerja Jadi Prioritas, Menaker Minta Perusahaan Daftarkan Pegawainya di Program Jaminan Ketenagakerjaan
Trump Bidik Peran Lebih Besar Negara di Industri AI, Bos Teknologi Dipanggil ke Gedung Putih
Menkeu Purbaya Buka Suara soal Transaksi Dolar di Pelabuhan: 'Wajib Pakai Rupiah!'
15 Tahun Dicari FBI, Buron Kasus Pelecehan Seksual Asal AS Diciduk di Depok