Rupiah Melemah ke Rp17.877, Bahlil dan ESDM Jamin Harga BBM Subsidi Tetap Stabil

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 29 Mei 2026 | 16:54 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.877, ESDM Jamin Harga BBM Subsidi Tetap Stabil (Foto : Daihatsu Astra)
Rupiah Melemah ke Rp17.877, ESDM Jamin Harga BBM Subsidi Tetap Stabil (Foto : Daihatsu Astra)

INSIBERNEWS - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah hingga menembus Rp17.877 per dolar AS.

Jaminan tersebut disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di tengah kekhawatiran publik terkait dampak pelemahan rupiah terhadap harga energi nasional.

Wakil Menteri ESDM Yuliot menegaskan bahwa pemerintah telah memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.

Baca Juga: Dugaan Diskriminasi Seleksi Paskibraka Sulsel, DPRD Jadwalkan RDP dengan Kesbangpol

“Untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan tidak naik hingga akhir tahun,” ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.

Stok Pertalite dan Biosolar Dipastikan Aman

Tak hanya soal harga, pemerintah juga memastikan ketersediaan stok BBM nasional dalam kondisi aman dan berada di atas cadangan minimal operasional.

Menurut Yuliot, standar minimum stok operasional nasional ditetapkan selama 23 hari. Namun, persediaan Pertalite maupun Biosolar saat ini disebut jauh melampaui batas tersebut.

“Misalkan untuk Pertalite itu jauh di atas cadangan minimal, dan juga untuk solar CN48 itu juga di atas cadangan minimal,” jelasnya.

Baca Juga: Heboh Anak Bupati Riau Positif Narkoba, Polisi dan BNN Ungkap Kronologinya

Ia menambahkan, pasokan BBM nonsubsidi juga berada dalam kondisi cukup dan mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat di seluruh Indonesia.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi perhatian serius pemerintah. Saat ini kurs rupiah bergerak di kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS, bahkan berdasarkan Kurs Transaksi Bank Indonesia pada Jumat, dolar AS tercatat mencapai Rp17.877.

Kondisi tersebut terjadi meskipun Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen guna menjaga stabilitas rupiah.

Baca Juga: SDA Ungkap Penyebab Jalan Lenteng Agung Ambles, Warga Sebut Baru Ditambal

Menghadapi tekanan kurs tersebut, pemerintah memilih memperkuat sektor energi dari dalam negeri dengan meningkatkan produksi minyak nasional dan mempercepat pembangunan kilang.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X