Pada Selasa lalu, Israel mengumumkan telah menewaskan kepala sayap bersenjata Hamas, hanya sekitar 10 hari setelah membunuh pendahulunya.
Sementara itu, otoritas kesehatan di Gaza melaporkan bahwa serangan tambahan yang terjadi pada Rabu malam menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk lima anak-anak. Sebanyak 18 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa konflik Gaza masih jauh dari mereda. Di tengah upaya diplomasi dan seruan internasional untuk menghentikan perang, eskalasi militer justru terus meningkat dan memicu kekhawatiran baru terhadap krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. ***
Artikel Terkait
Iran Tuding AS Langgar Gencatan Senjata, Pangkalan Amerika di Kuwait Diklaim Jadi Sasaran
Diperkosa Tetangga, Siswi SD Ditemukan Tewas di Rumah Kosong, Pelaku Diduga Sudah Lama Mengincar Korban
Bahaya Mengintai di Medsos, Komdigi Ungkap 50 Persen Anak RI Terpapar Konten Seksual
Empat Anggota Keluarga Tewas di Tenda Kemping Posong, Polisi Curigai Keracunan Gas Portable
Kurikulum Baru Bahasa Asing? Prabowo Dorong Prancis dan Portugis Masuk Sekolah Nasional
SDA Ungkap Penyebab Jalan Lenteng Agung Ambles, Warga Sebut Baru Ditambal