Iran Tuding AS Langgar Gencatan Senjata, Pangkalan Amerika di Kuwait Diklaim Jadi Sasaran

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 28 Mei 2026 | 14:48 WIB
Iran Tuding AS Langgar Gencatan Senjata, Pangkalan Amerika di Kuwait Diklaim Jadi Sasaran (Istimewa)
Iran Tuding AS Langgar Gencatan Senjata, Pangkalan Amerika di Kuwait Diklaim Jadi Sasaran (Istimewa)

Washington menuduh Iran tengah mempersiapkan pemasangan ranjau laut yang dinilai dapat mengancam keamanan jalur pelayaran internasional.

Namun, Teheran mengecam keras operasi militer tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

Konflik di kawasan Timur Tengah sendiri melonjak sejak 28 Februari ketika AS bersama Israel melancarkan serangan mendadak ke Iran. Sebagai balasan, Iran menggempur sejumlah target regional menggunakan drone dan rudal serta menutup Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia.

Baca Juga: Viral! Takbiran Sound Horeg di Jepara Diduga Rusak Rumah Warga, Panitia Siap Ganti Kerugian

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan yang menghasilkan gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April. Meski demikian, perundingan damai di Islamabad gagal mencapai kesepakatan permanen.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengakui belum sepenuhnya puas dengan perkembangan negosiasi untuk mengakhiri konflik dengan Iran.

“Saya tidak puas dengan itu, tetapi kita akan puas. Atau, kita harus menyelesaikan pekerjaan ini,” kata Trump.

Baca Juga: Maruti Suzuki Siap Luncurkan Mobil Etanol 100 Persen, Fronx dan Wagon R Jadi Kandidat

Meskipun memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, pemerintahan Trump tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang melintasi pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.

Situasi ini membuat stabilitas kawasan Timur Tengah masih berada dalam bayang-bayang eskalasi, sementara dunia terus memantau potensi dampaknya terhadap keamanan regional dan perdagangan energi global. ***

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X