“Yang terpenting adalah nilai manfaatnya. Dengan adanya bantuan hewan kurban, banyak masyarakat terbantu dan bisa merayakan Idul Adha dengan lebih baik,” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensetneg) Juri Ardiantoro turut memberikan penjelasan mengenai penggunaan APBN untuk pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo pada Idul Adha 2026.
Pemerintah diketahui mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk pembelian 1.098 ekor sapi kurban yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Baca Juga: Ayu Ting Ting Buka Suara soal Kedekatan dengan Kevin Gusnadi, Sebut Masih Sebatas Teman
Juri menegaskan, program tersebut merupakan agenda rutin pemerintah yang telah berjalan setiap tahun dan bertujuan membantu masyarakat merayakan Hari Raya Idul Adha.
Menurut dia, istilah “sapi kurban dari Presiden” pada dasarnya merujuk pada bantuan pemerintah kepada masyarakat agar warga, khususnya yang membutuhkan, dapat ikut melaksanakan penyembelihan hewan kurban dan menikmati hasilnya secara bersama-sama.
Ia juga menyebut penyaluran sapi kurban merupakan bagian dari program bantuan sosial negara yang selama ini telah dijalankan lintas pemerintahan. Karena itu, penggunaan APBN dalam program tersebut dinilai sebagai mekanisme yang lazim dan memiliki dasar kebijakan yang jelas. ***
Artikel Terkait
Remaja Teror Pocong di Pati Ditangkap, Akui Cuma Iseng demi Konten hingga Minta Maaf
Picu Polemik, MUI Tegaskan Kurban Prabowo Pakai APBN Sah Secara Syariat, Ini Alasannya
Viral! Takbiran Sound Horeg di Jepara Diduga Rusak Rumah Warga, Panitia Siap Ganti Kerugian
APBN untuk Kurban Prabowo Diperdebatkan, DPR: Ini Tradisi Kenegaraan yang Sudah Lama
Putin Sampaikan Selamat Idul Adha, Ungkap Kontribusi Besar Muslim Rusia
Trump Bicara Soal Selat Hormuz, AS Klaim Tak Ada Negara yang Bisa Menguasainya