Istana dan Gerindra Kompak Buka Suara soal Sapi Kurban Presiden Rp100 Miliar

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 28 Mei 2026 | 11:38 WIB
Istana dan Gerindra Kompak Buka Suara soal Sapi Kurban Presiden Rp100 Miliar (Istimewa)
Istana dan Gerindra Kompak Buka Suara soal Sapi Kurban Presiden Rp100 Miliar (Istimewa)

INSIBERNEWS - Polemik mengenai penggunaan anggaran negara untuk pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 2026 terus menjadi sorotan.

Namun, Politikus Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Sugiat Santoso, menilai persoalan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan karena program bantuan kurban presiden telah lama dijalankan oleh pemerintahan sebelumnya.

Menurut Sugiat, pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk bantuan kurban bukan kebijakan baru yang lahir di era Presiden Prabowo.

Ia menegaskan, tradisi penyaluran bantuan hewan kurban oleh kepala negara sudah berlangsung secara berkelanjutan sejak masa presiden-presiden terdahulu.

Baca Juga: Trump Bicara Soal Selat Hormuz, AS Klaim Tak Ada Negara yang Bisa Menguasainya

“Penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden ini bukan hal baru. Pemerintahan sebelumnya juga menjalankan program serupa sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat,” ujar Sugiat kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).

Bantuan Presiden Dinilai Wajar dalam Program Sosial

Sugiat menjelaskan, sebagai kepala negara, presiden memiliki anggaran yang memang dialokasikan untuk mendukung berbagai program sosial dan kemasyarakatan. Karena itu, penyaluran bantuan hewan kurban dinilai sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam membantu masyarakat.

Ia menilai publik tidak seharusnya melihat bantuan sapi kurban semata dari sisi penggunaan anggaran, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat, khususnya saat momentum Idul Adha.

Baca Juga: Iran Siap Akhiri Perang Timur Tengah dan Desak AS Tunjukkan Itikad Perdamaian

Menurutnya, bantuan presiden selama ini tidak terbatas pada hewan kurban saja. Berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan fasilitas publik juga kerap menerima dukungan melalui program bantuan pemerintah.

“Bantuan presiden hadir di banyak sektor yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Jadi tidak tepat jika program kurban ini dianggap sebagai sesuatu yang baru atau kontroversial,” katanya.

Ribuan Warga Disebut Merasakan Manfaat Kurban Presiden

Lebih lanjut, Sugiat menekankan bahwa keberadaan sapi kurban dari pemerintah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan.

Ia berharap polemik yang berkembang dapat dilihat secara lebih proporsional, mengingat distribusi hewan kurban berpotensi membantu ribuan warga di berbagai daerah untuk menikmati momen Idul Adha.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17,800 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN dan Pasar Tetap Terkendali

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X