Menurut dia, harga setiap sapi tidak seragam karena dipengaruhi oleh bobot dan lokasi pembelian di masing-masing daerah.
Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk pengadaan ribuan sapi kurban tersebut.
"Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sekitar 100-an miliar," kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: Tanah Abang Tutup Saat Idul Adha 1447 H, Aktivitas Perdagangan Blok A Dihentikan Sementara
Sapi kurban yang dibeli pemerintah masuk kategori premium dengan bobot besar dan jenis yang beragam. Di antaranya sapi Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, sapi Bali, Friesian Holstein (FH), Belgian Blue, hingga Charolais.
Pemerintah juga memastikan seluruh hewan kurban telah melalui pemeriksaan kesehatan dan memenuhi ketentuan syariat Islam untuk pelaksanaan ibadah kurban.
Dengan demikian, program kurban Presiden Prabowo tidak hanya menyasar pemerataan distribusi daging kurban bagi masyarakat, tetapi juga dinilai sesuai dengan prinsip hukum Islam serta mendukung peternak lokal di berbagai daerah. ***
Artikel Terkait
Idul Adha 1447 H, Presiden Prabowo Bagikan Ribuan Sapi Kurban Premium, Jangkau 552 Daerah di Indonesia
Remaja Teror Pocong di Pati Ditangkap, Akui Cuma Iseng demi Konten hingga Minta Maaf
Rupiah Melemah ke Rp17,800 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN dan Pasar Tetap Terkendali
Ledakan Balon Udara Berisi Petasan di Blitar Tewaskan Satu dan Dua Anak Terluka
Iran Siap Akhiri Perang Timur Tengah dan Desak AS Tunjukkan Itikad Perdamaian
Maruti Suzuki Siap Luncurkan Mobil Etanol 100 Persen, Fronx dan Wagon R Jadi Kandidat