INSIBERNEWS - Rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menunaikan ibadah haji pada 2026 dipastikan batal. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Purbaya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Dengan nada santai disertai tawa kecil, Purbaya mengonfirmasi bahwa dirinya tidak jadi berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
“Tidak jadi,” ujarnya singkat saat menjawab pertanyaan awak media.
Baca Juga: Pro-Kontra Tembak Begal di Tempat, Pigai Ingatkan Risiko Pelanggaran HAM
Meski demikian, Purbaya tidak membeberkan secara rinci alasan di balik batalnya keberangkatan tersebut. Ia menegaskan keputusan itu bukan karena adanya arahan dari Presiden maupun karena tugas kenegaraan yang menghalanginya.
Menurut Purbaya, batalnya ibadah haji lebih karena persoalan waktu dan rezeki yang menurutnya belum berpihak pada tahun ini.
“Bukan diminta Presiden. Mungkin memang belum waktunya, belum rezekinya,” katanya.
Purbaya tak menampik adanya rasa kecewa setelah rencana yang telah disusun sebelumnya harus tertunda. Ia mengaku sedih, meski mencoba menerima keadaan tersebut sebagai bagian dari ketentuan yang harus dijalani.
Baca Juga: Desak Pembebasan WNI, Indonesia Kutuk Tindakan Israel terhadap Relawan Global Sumud Flotilla
Ia berharap kesempatan menunaikan rukun Islam kelima itu dapat terwujud pada tahun depan tanpa hambatan.
“Sedih tentu ada, tapi mungkin memang belum saatnya. Mudah-mudahan tahun depan tidak batal lagi,” ungkapnya.
Bukan hanya dirinya, Purbaya menyebut pembatalan keberangkatan itu juga berlaku bagi seluruh anggota keluarganya yang sedianya turut menjalankan ibadah haji.
“Sekeluarga semua batal,” ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Pasokan Energi Aman Lewat Impor Minyak Rusia
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Pasokan Energi Aman Lewat Impor Minyak Rusia
Pro-Kontra Tembak Begal di Tempat, Pigai Ingatkan Risiko Pelanggaran HAM
Netanyahu Sentil Ben Gvir usai Video Penculikan Aktivis Gaza Viral, WNI dalam Flotilla Disorot
WHO Tegaskan Wabah Ebola di Kongo dan Uganda Bukan Pandemi, Risiko Regional Dinilai Tinggi
Desak Pembebasan WNI, Indonesia Kutuk Tindakan Israel terhadap Relawan Global Sumud Flotilla