Rencana penggunaan CNG sebagai pengganti LPG sebelumnya telah disampaikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, usai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada awal Mei.
Bahlil menjelaskan bahwa CNG sebenarnya bukan teknologi baru di Indonesia. Selama ini, gas alam terkompresi tersebut telah dimanfaatkan di berbagai sektor seperti hotel, restoran, hingga mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, pemakaiannya masih terbatas pada tabung dengan kapasitas besar, umumnya di atas 10 hingga 20 kilogram.
Baca Juga: Madonna, Shakira, dan BTS Siap Guncang Final Piala Dunia 2026 Lewat Halftime Show Perdana FIFA
Karena itu, pemerintah kini sedang menguji penggunaan CNG dalam tabung berukuran lebih kecil agar dapat dimanfaatkan secara praktis oleh rumah tangga.
Jika hasil uji coba dinilai aman dan layak, maka peluang konversi bertahap dari LPG ke CNG akan semakin terbuka.
Pemerintah menilai CNG memiliki sejumlah keunggulan dibanding LPG, terutama karena bahan bakunya berasal dari sumber gas alam domestik yang melimpah.
Baca Juga: ESDM Selidiki Dugaan Tambang Emas Ilegal Rp200 Miliar di Sangihe, WNA Asal China Diduga Terlibat
Selain mengandalkan pasokan yang sudah ada, pemerintah juga menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Dengan ketersediaan sumber daya tersebut, pemanfaatan CNG diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mengurangi beban impor LPG dalam jangka panjang. ***
Artikel Terkait
Prabowo Bongkar Pesan ke BPKP: Jangan Takut Periksa Orang Dekat Saya
Takuti Pengendara, Manusia Silver yang Viral Todong Pisau di Kuta Bali Diringkus Polisi
SMAN 1 Sambas Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar Kalbar, Minta Nama Baik Dipulihkan dan Jaminan Keamanan
Usai Libur Panjang, Harga BBM di SPBU Belum Berubah per Mei 2026
Calvin Verdonk Disorot Media Prancis, Berpeluang Jadi Pemain Timnas Indonesia Pertama di Liga Champions