Buntut Kontroversi Penilaian Final, MPR RI Akhirnya Nonaktifkan Juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 12 Mei 2026 | 14:52 WIB
Buntut Kontroversi Penilaian Final, MPR RI Akhirnya Nonaktifkan Juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar (Istimewa)
Buntut Kontroversi Penilaian Final, MPR RI Akhirnya Nonaktifkan Juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar (Istimewa)

INSIBERNEWS - Banjirnya kritik terhadap penilaian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2026 yang memicu kontroversi, membuat Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia atau MPR RI mengambil langkah tegas. 

Diungkapkan oleh Sekretariat Jenderal MPR RI, bahwa pihak panitia resmi menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara (MC) yang terlibat dalam ajang tersebut.

Hal tersebut diumumkan ke publik melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram MPR RI pada Selasa, 12 Mei 2026.

Baca Juga: Rocky Gerung Soroti Sidang Nadiem Makarim, Singgung 'Karat Politik' dalam Persidangan Chromebook

Disebutkan MPR RI, penonaktifan dilakukan setelah muncul sorotan publik terkait penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi babak final LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat.

“Menyikapi ramainya pemberitaan di media sosial terkait LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, khususnya mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC,” demikian isi pernyataan resmi tersebut.

Selanjutnya, MPR RI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas polemik yang terjadi selama pelaksanaan lomba berlangsung.

Baca Juga: Modus Pinjam untuk Bikin Soal, Guru di Jakarta Diduga Nekat Gadai Laptop Siswa

Melalui Sekretariat Jenderal, MPR menilai adanya kelalaian dalam proses penilaian yang memicu kontroversi di tengah masyarakat dan peserta lomba.

“MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat,” lanjut pernyataan tersebut.

MPR menegaskan bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang positif dan konstruktif.

Baca Juga: Terungkap! Ratusan WNA Pakai Visa Wisata untuk Operasikan Judi Online di Indonesia

Sebagai tindak lanjut, MPR RI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan lomba. 

Evaluasi itu mencakup mekanisme penilaian, verifikasi jawaban peserta, hingga tata kelola penyampaian keberatan selama perlombaan berlangsung.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X