“Ini tidak ekonomis. Dengan kerja sama, pesawat bisa tetap terisi baik saat berangkat maupun kembali,” ungkap Prabowo.
Jika rencana ini terealisasi, kedua maskapai akan berbagi kepemilikan perusahaan patungan dengan komposisi 50:50. Selain meningkatkan efisiensi operasional, langkah ini juga diharapkan memberikan keuntungan bagi kedua negara.
Presiden pun menegaskan agar tindak lanjut dari instruksi tersebut segera dilaporkan, mengingat arahan ini telah disampaikan sejak dua bulan lalu. ***
Artikel Terkait
Mojtaba Khamenei Dirawat Tak Sadarkan Diri, Bagaimana dengan Konflik Iran-Amerika?
Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim atas Tuduhan Dana Rp5 Miliar Terkait Kontroversi Ijazah Jokowi
Tragis! Pekerja Migran Indonesia Meninggal Saat Melarikan Diri di Kamboja
Hemat APBN, Menkeu Purbaya Pangkas Perjalanan Luar Negeri Pejabat Hingga 70 Persen
Pemerintah Luncurkan Buku Saku 0 Persen, Upaya Hilangkan Kemiskinan di Indonesia
Baru Gencatan Senjata, Iran Tutup Selat Hormuz lagi Buntut Serangan Israel ke Lebanon