INSIBERNEWS - Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar sidang isbat untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026. Sidang ini menjadi momen penting bagi umat Islam di Indonesia untuk mengetahui kapan 1 Syawal ditetapkan secara resmi.
Penentuan Idul Fitri tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah mengombinasikan dua metode utama, yakni perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan langsung hilal (rukyatul hilal) dari berbagai wilayah di Indonesia.
Sidang isbat dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, yang berlokasi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Kegiatan ini berlangsung dalam beberapa tahapan penting yang dimulai sejak sore hari hingga malam.
Baca Juga: Pemerintah Cairkan Bonus Atlet ASEAN Para Games dan Siapkan Pendampingan Literasi Keuangan
Proses sidang isbat terdiri dari tiga tahap utama:
1. Seminar Posisi Hilal (Terbuka untuk Umum)
Kegiatan dimulai pukul 16.30 WIB dengan seminar yang memaparkan posisi hilal awal Syawal berdasarkan data astronomi. Seminar ini dapat diikuti oleh publik dan menjadi dasar ilmiah dalam proses penetapan.
2. Sidang Isbat Tertutup
Setelah waktu Maghrib, sekitar pukul 18.45 WIB, sidang utama digelar secara tertutup. Dalam sesi ini, para peserta membahas hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia dan mencocokkannya dengan data hisab.
3. Pengumuman Resmi
Hasil sidang isbat dijadwalkan diumumkan sekitar pukul 19.25 WIB oleh Menteri Agama kepada masyarakat luas.
Baca Juga: Blunder di TikTok, SPPG Cilacap Minta Maaf Usai Buat Video MBG Singgung Krisis Gaza
Melibatkan Banyak Pihak dan Ahli
Sidang isbat bukan hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga berbagai unsur penting lainnya. Mulai dari ulama, pakar astronomi, perwakilan organisasi Islam, hingga lembaga negara turut hadir dalam forum ini.
Beberapa instansi yang biasanya ikut serta antara lain DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kehadiran berbagai pihak ini bertujuan menghasilkan keputusan yang akurat, transparan, dan dapat diterima seluruh umat Islam.
Ratusan Titik Pemantauan Hilal di Indonesia
Untuk memastikan hasil yang valid, pengamatan hilal dilakukan di ratusan titik di seluruh Indonesia. Titik pemantauan tersebar dari Aceh hingga Papua, mencakup lokasi strategis seperti observatorium, pantai, masjid, gedung tinggi, hingga kawasan perbukitan.
Baca Juga: Empat Anggota TNI Ditangkap Buntut Kasus Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Kementerian Agama bekerja sama dengan kantor wilayah, pengadilan agama, organisasi masyarakat Islam, dan instansi terkait dalam proses rukyatul hilal ini.
Sidang isbat menjadi forum resmi yang mempertemukan hasil hisab dan rukyat dalam satu keputusan.
Artikel Terkait
Blunder di TikTok, SPPG Cilacap Minta Maaf Usai Buat Video MBG Singgung Krisis Gaza
Konten SPPG Cilacap Dinilai Tone Deaf, Ustadz Hilmi: Jangan Bandingkan MBG dengan Krisis Palestina!
Antisipasi Kepadatan Arus Mudik, Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way, Berikut Ini Rinciannya
Bakal Sanksi Produsen Nakal, Satgas Pangan Siap Jaga Harga Sembako Stabil selama Idulfitri 2026
Empat Anggota TNI Ditangkap Buntut Kasus Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus