Menurut Dimas, serangan tersebut menyebabkan luka serius di beberapa bagian tubuh korban.
“Korban mengalami luka cukup parah akibat siraman air keras, terutama di bagian tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).
Aktivis HAM yang Vokal
Andrie Yunus dikenal sebagai aktivis yang aktif memperjuangkan isu-isu hak asasi manusia. Ia bergabung dengan KontraS pada tahun 2022.
Sebelum itu, ia pernah berkarier sebagai advokat publik di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta selama periode 2019 hingga 2022.
Nama Andrie Yunus sempat menjadi perhatian publik pada Maret 2025. Saat itu, ia bersama sejumlah aktivis melakukan aksi protes terhadap rapat pembahasan Rancangan Undang-Undang TNI yang diduga digelar secara tertutup di Hotel Fairmont, Jakarta.
Baca Juga: Pemerintah RI Dapat Dukungan dari MUI untuk Terus Aktif Dorong Perdamaian Dunia
Dalam aksi tersebut, Andrie dan rekan-rekannya membuka paksa pintu ruang rapat sebagai bentuk kritik terhadap proses legislasi yang dianggap kurang transparan dan minim partisipasi publik.
Peristiwa tersebut sempat memicu polemik setelah pihak keamanan hotel melaporkan para aktivis ke kepolisian dengan tuduhan mengganggu jalannya rapat. Sebagian kalangan menilai laporan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terhadap aksi protes masyarakat sipil.
Kini, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus kembali memantik perhatian luas dari publik dan organisasi masyarakat sipil yang mendesak agar pelaku segera ditangkap serta motif di balik serangan tersebut diungkap secara transparan. ***
Artikel Terkait
Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah, Menkeu Purbaya: Kita Masih Aman
Iran Tegaskan Siap Hadapi Perang Berkepanjangan dengan AS, Diplomasi Disebut Bukan Lagi Pilihan
Jaksa Beberkan Peran Ammar Zoni dalam Kasus Sabu, Tuntut 9 Tahun Penjara
Debat Panas Abu Janda vs Feri Amsari Soal Palestina Berujung Diusir Host
Ngeri! Truk Crane Terguling di Jalan Tebet Jaksel, Lalu Lintas Arah Kuningan Macet Parah