INSIBERNEWS – Kasus pembunuhan berencana yang terjadi di Perumahan Family Dream, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau, akhirnya terungkap.
Kepolisian membeberkan kronologi lengkap kejadian yang melibatkan hubungan asmara rumit antara korban dan pelaku.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, menjelaskan bahwa pelaku berinisial MY (31) memiliki hubungan khusus dengan korban AS (21). Keduanya diketahui pernah menjalin hubungan sesama jenis sebelum akhirnya berpisah.
Motif utama dari aksi pembunuhan tersebut diduga dipicu rasa cemburu. Pelaku tidak terima setelah mengetahui korban menjalin hubungan dengan pria lain.
Baca Juga: Iran Tegaskan Siap Hadapi Perang Berkepanjangan dengan AS, Diplomasi Disebut Bukan Lagi Pilihan
Korban Dibuntuti Sejak Pagi Hari
Menurut keterangan polisi, pelaku sudah mulai memantau aktivitas korban sejak pagi hari pada Selasa, 10 Maret 2026.
Sekitar pukul 08.00 WIB, MY mengikuti korban yang pergi ke sebuah minimarket di kawasan Batu Besar. Saat itu, pelaku bahkan sempat berniat menghabisi nyawa korban di lokasi tersebut.
Namun rencana tersebut urung dilakukan karena situasi minimarket yang cukup ramai oleh warga.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku kembali melihat korban keluar dari rumah. MY pun mencoba mengikuti korban, tetapi sempat kehilangan jejak.
Baca Juga: Kronologi Kasus Pembunuhan Anggota Federasi Pekerja di Bekasi, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi
Dalam proses penguntitan itu, pelaku sudah mempersiapkan sejumlah benda yang diduga akan digunakan untuk menyerang korban, termasuk sepotong kayu yang dipasangi paku dan sebuah batu berukuran besar.
Penguntitan akhirnya membawa pelaku ke sebuah rumah milik AB, tempat korban diketahui berada. Saat itu korban sedang membantu AB bersiap untuk pindah dari tempat kos.
Karena pintu rumah tidak terkunci, pelaku masuk secara diam-diam dan bersembunyi di kamar lain.
Dari tempat persembunyiannya, pelaku mengintip ke kamar dan melihat korban serta AB sedang berpelukan. Pemandangan tersebut diduga membuat pelaku semakin emosi dan menguatkan niatnya untuk melakukan pembunuhan.
Artikel Terkait
Heboh! Roti Program Makan Bergizi Gratis di Jepara Ditemukan Berbelatung, Orang Tua Siswa Khawatir
Pemerintah RI Dapat Dukungan dari MUI untuk Terus Aktif Dorong Perdamaian Dunia
Sebagian Tiba di Indonesia, 32 WNI Berhasil Dievakuasi Kemlu dari Iran
Polemik Menu Lele Mentah MBG di SMAN 2 Pamekasan: 1.022 Porsi Ditolak, Ini Penjelasan Sekolah dan BGN
Imbas Viral Makanan Berbelatung, Operasional SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 Malang Dihentikan Sementara oleh BGN
Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah, Menkeu Purbaya: Kita Masih Aman
Iran Tegaskan Siap Hadapi Perang Berkepanjangan dengan AS, Diplomasi Disebut Bukan Lagi Pilihan