- Malaysia Airlines
- Air France
- Lufthansa
- Singapore Airlines
- Emirates
Penumpang diimbau untuk tidak menuju bandara sebelum memperoleh konfirmasi resmi dari maskapai masing-masing.
Menurut laporan media internasional seperti Al Jazeera, eskalasi terbaru dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang diklaim bertujuan menetralisir ancaman dari Iran.
Di sisi lain, pemerintah Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Militer Iran pun menyatakan kesiapan melakukan serangan balasan.
Baca Juga: Penumpang Panik, Sopir Bajaj Ngamuk Gegara Tak Terima Disenggol Bus TransJakarta
Tak lama setelah itu, sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dilaporkan menjadi sasaran serangan. Ledakan terdengar di beberapa negara Teluk, termasuk:
- Bahrain
- Uni Emirat Arab
- Qatar
- Kuwait
Rentetan insiden tersebut memperburuk stabilitas kawasan dan berdampak langsung pada aktivitas penerbangan sipil.
Penutupan wilayah udara ini bukan hanya berdampak pada wisatawan internasional, tetapi juga jamaah umrah dan pekerja migran yang hendak kembali ke negara asal.
Otoritas bandara dan maskapai masih terus memantau situasi. Hingga kondisi keamanan dinyatakan stabil, pembatasan penerbangan kemungkinan akan terus diberlakukan. ***
Artikel Terkait
Sopir Tewas, Truk Tronton Rem Blong Tabrak 3 Rumah di Pakis Magelang
Heboh! Temuan Kepala di Pantai Ketewel Bali, Polisi Duga Kasus Mutilasi Korban Penculikan WN Ukraina
IDF Aktifkan Pertahanan Udara, Puluhan Rudal Iran Menghantam Wilayah Israel
Penumpang Panik, Sopir Bajaj Ngamuk Gegara Tak Terima Disenggol Bus TransJakarta
Indonesia Siap Jadi Penengah, Prabowo Ungkap Siap Terbang ke Teheran Tawarkan Mediasi Konflik AS–Israel dan Iran