INSIBERNEWS - Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, mendorong pemerintah untuk lebih serius memprioritaskan pembangunan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Desakan ini mencuat menyusul peristiwa memilukan yang menimpa seorang siswa sekolah dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan ekonomi keluarga.
Menurut Syarief, kejadian tersebut menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan nasional. Ia menilai negara belum sepenuhnya hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar anak-anak di wilayah pelosok, mulai dari buku pelajaran hingga alat tulis sekolah.
Baca Juga: Mensesneg Minta Kepala Desa Untuk Aktif Pantau Kelompok Rentan
“Ini peristiwa yang membuat kita semua prihatin. Pemerintah harus menyiapkan program pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan secara sistematis dan berkelanjutan, khususnya di kawasan 3T,” ujar Syarief dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/2/2026).
Ia menekankan pentingnya peta pendidikan nasional yang akurat, termasuk pendataan menyeluruh terkait kondisi riil sekolah dan siswa di daerah terpencil. Tanpa data yang kuat, kebijakan pendidikan dinilai hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan.
Padahal, lanjut Syarief, pemerintah telah mengalokasikan mandatory spending sebesar 20 persen dari APBN untuk sektor pendidikan. Namun, ketidaktepatan sasaran anggaran membuat kesenjangan pendidikan antarwilayah masih terus terjadi.
Baca Juga: Kasus Penendangan Kucing di Blora Diselidiki Polisi, Pelaku Terancam Pidana
“Selama anggaran tidak dialokasikan secara konsisten dan tepat sasaran, pendidikan kita akan terus timpang. Jangan sampai ada lagi anak yang kehilangan masa depan, bahkan nyawanya, hanya karena tidak mampu membeli alat tulis,” tegasnya.
Istana Turut Prihatin, Presiden Minta Kasus Serupa Dicegah
Keprihatinan juga datang dari Istana Kepresidenan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya YBS (10), siswa SD di NTT yang diduga bunuh diri.
“Kami mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa ini,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Tanpa Sentuhan, Viral Polisi di Kediri Beri Terapi Energi Alam Gratis
Prasetyo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Presiden meminta jajaran terkait segera melakukan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf, khususnya terkait penanganan keluarga korban dan perumusan langkah pencegahan.
Artikel Terkait
Kabar Duka Nasional, Eyang Meri Istri Jenderal Hoegeng Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun
Indonesia Jadi Negara Pertama Miliki Properti di Mekah dan Madinah untuk Kampung Haji
Mensesneg Minta Kepala Desa Untuk Aktif Pantau Kelompok Rentan
Kecelakaan Maut di Bandung, Pemotor Wanita Terlindas Truk Kontainer, Polisi Masih Selidiki Penyebab
Soroti Kematian Bocah di NTT, Kasus Bunuh Diri Anak di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, KPAI Sebut Situasi Sudah Darurat
Tanpa Sentuhan, Viral Polisi di Kediri Beri Terapi Energi Alam Gratis