INSIBERNEWS – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan Virus Nipah, khususnya dengan lebih selektif dalam mengonsumsi buah-buahan.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan bahwa buah yang sudah rusak, terbuka, atau tidak higienis berisiko tinggi terkontaminasi virus, terutama akibat paparan dari gigitan kelelawar pemakan buah.
“Buah yang terbuka atau rusak berpotensi terkontaminasi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan pangan dan tidak mengonsumsi buah yang diduga terpapar gigitan hewan,” ujar Ani di Jakarta.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan 2026, Ini Skema Penyesuaiannya
Menurutnya, Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan dapat menyebar antarmanusia. Penyakit ini juga memiliki tingkat kematian yang tergolong tinggi sehingga perlu diwaspadai secara serius.
Ani menjelaskan, penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, khususnya kelelawar. Selain itu, risiko penularan juga meningkat melalui konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi serta kontak erat dengan penderita.
“Penularan bisa terjadi melalui hewan terinfeksi, makanan atau minuman yang tercemar, serta interaksi dekat dengan pasien,” jelasnya.
Adapun gejala awal infeksi Virus Nipah umumnya berupa demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Jika tidak segera mendapatkan penanganan medis, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius hingga radang otak (ensefalitis).
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mencuci buah sebelum dikonsumsi, menghindari kontak dengan hewan yang sakit, serta tidak mengonsumsi buah yang kondisinya terbuka atau rusak.
Ani juga mengingatkan agar masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala yang mengarah pada Virus Nipah, terutama setelah melakukan kontak berisiko.
Baca Juga: Banjir Jakarta Mulai Surut, Tapi 5 RT di Jakut Masih Tergenang hingga 45 Cm
“Jika mengalami keluhan setelah kontak yang berisiko, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” tutupnya.
Artikel Terkait
Istana Sebut Bukan Oposisi, Ini Alasan Prabowo Undang Sejumlah Tokoh Nasional ke Kertanegara
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terlihat dari Indonesia, TMII Siapkan Acara Khusus, Berikut Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
Kontroversi Mens Rea, Panji Pragiwaksono Klarifikasi Tuduhan Penghinaan dan Penistaan: Salahnya di Mana?
Setahun Kepergian Barbie Hsu, Koo Jun-yup Resmikan Patung Kenangan di Atas Makam Sang Istri
Siap Tampil di Liga Belanda, Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Resmi Jadi Pemain Ajax Amsterdam
Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan 2026, Ini Skema Penyesuaiannya