Kemenkes RI Minta Masyarakat Waspada Gejala Virus Nipah Usai Muncul di India

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 28 Januari 2026 | 19:40 WIB
Ilustrasi Virus (Foto : Harvard Medical School)
Ilustrasi Virus (Foto : Harvard Medical School)

INSIBERNEWS - India kembali menjadi sorotan dunia setelah melaporkan kemunculan virus Nipah di wilayah Barasat, Benggala Barat.

Hingga 25 Januari 2026, otoritas kesehatan setempat telah mengonfirmasi lima kasus infeksi, memicu kekhawatiran regional karena tingginya tingkat kematian virus mematikan ini.

Virus Nipah dikenal sebagai penyakit zoonosis berbahaya yang belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus, sehingga setiap temuan kasus baru langsung direspons dengan langkah darurat.

Baca Juga: Lubang Raksasa di Aceh Tengah Meluas, Jalan Penghubung Terputus dan Membahayakan Warga

Tenaga Kesehatan Jadi Korban Awal
Dua kasus pertama terdeteksi di sebuah rumah sakit swasta di Benggala Barat. Keduanya merupakan tenaga kesehatan, masing-masing seorang perawat pria dan wanita. Tak lama berselang, tiga kasus tambahan kembali ditemukan, memperkuat dugaan terjadinya penularan lokal.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, kedua perawat tersebut diduga tertular saat menjalankan tugas, tepatnya ketika merawat pasien dengan gangguan pernapasan berat.

Pasien tersebut meninggal dunia sebelum sempat menjalani pemeriksaan laboratorium untuk memastikan infeksi virus Nipah.

Baca Juga: Prabowo Lantik Anggota Baru Dewan Energi Nasional, Arah Kebijakan Energi 2026–2030 Disiapkan

Pemerintah India Terapkan Status Siaga
Menanggapi situasi ini, pemerintah India langsung mengaktifkan protokol tanggap darurat, termasuk pelacakan kontak erat, karantina terbatas, serta pengawasan epidemiologi yang diperketat di wilayah terdampak.

Sekitar 180 orang telah menjalani pemeriksaan kesehatan, sementara individu dengan risiko tinggi ditempatkan dalam karantina guna mencegah penyebaran lebih luas.

Kewaspadaan tidak hanya datang dari India. Sejumlah negara Asia turut mengambil langkah cepat, salah satunya Thailand. Kementerian Kesehatan Thailand memperketat skrining kesehatan bagi pelancong dari India, khususnya dari Benggala Barat.

Baca Juga: Rupiah Kian Perkasa, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Percayakan Kendali Penuh ke Tangan Bank Indonesia

Wisatawan yang mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, mengantuk berlebihan, kebingungan, hingga kejang, diminta segera mencari pertolongan medis.

Imbauan ini berlaku terutama bagi mereka yang dalam 21 hari terakhir memiliki riwayat kontak dengan kelelawar, hewan sakit, atau pasien terinfeksi.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X