Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Gencarkan Modifikasi Cuaca di Jakarta dan Jabar

Photo Author
- Minggu, 25 Januari 2026 | 13:05 WIB
Cuaca Ekstrem, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca (Foto : Univ Gadjah Mada)
Cuaca Ekstrem, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca (Foto : Univ Gadjah Mada)

INSIBERNEWS - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah antisipatif menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

Langkah ini ditempuh untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan longsor, yang kerap dipicu oleh hujan berintensitas tinggi.

Baca Juga: Tesla Pangkas Fitur Autopilot Standar, Arahkan Konsumen ke Full Self-Driving

Operasi tersebut dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai lembaga terkait. BNPB bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BPBD DKI Jakarta, BPBD Jawa Barat, serta TNI Angkatan Udara dalam pelaksanaan teknis di lapangan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa operasi modifikasi cuaca ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama kebijakan ini adalah menurunkan intensitas curah hujan yang diperkirakan meningkat pada paruh akhir Januari 2026.

Baca Juga: Tak Ingin Warga Lama di Pengungsian, Dedi Mulyadi Beri Bantuan Kontrak Rp10 Juta bagi Korban Longsor Burangrang

“Operasi modifikasi cuaca merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna mereduksi curah hujan tinggi yang diperkirakan mengguyur wilayah Jawa Barat dan Jakarta pada periode dasarian kedua dan ketiga Januari 2026,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan, modifikasi cuaca dilakukan dengan menaburkan bahan semai awan pada wilayah yang berpotensi memicu hujan lebat. Teknik ini bertujuan mengatur distribusi hujan agar tidak terkonsentrasi di satu kawasan tertentu yang rawan bencana.

Baca Juga: Terkait Kabar Bergabungnya RI, Menlu Ungkap Dewan Perdamaian Dunia Tak Akan Gantikan PBB

Menurut Abdul Muhari, operasi tersebut telah dimulai sejak 12 Januari 2026 dan dijadwalkan berlangsung menyesuaikan dinamika cuaca harian. Selama pelaksanaan, BNPB mengerahkan dua unit pesawat untuk mendukung kegiatan penyemaian awan.

“BNPB mengoperasikan pesawat Cessna Caravan PK-JVH, sementara BPBD DKI Jakarta mengerahkan pesawat CASA 212 A-2105,”jelasnya.

Baca Juga: Bencana Longsor Terjang Pasirlangu Cisarua, 8 Orang Meninggal Dunia dan Puluhan Rumah Tertimbun

BMKG berperan penting dalam menyediakan analisis cuaca dan menentukan area potensial penyemaian awan. Data meteorologi ini menjadi dasar penentuan waktu dan lokasi operasi agar hasilnya lebih efektif dan terukur.

BNPB menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca bersifat preventif dan menjadi bagian dari strategi pengurangan risiko bencana. Upaya ini melengkapi langkah lain seperti kesiapsiagaan daerah, penguatan sistem peringatan dini, serta edukasi masyarakat di wilayah rawan.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X