INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto telah kembali ke Indonesia setelah menuntaskan rangkaian kunjungan kerja ke tiga negara sahabat.
Lawatan selama hampir sepekan itu disebut menghasilkan berbagai capaian konkret yang dinilai strategis, mulai dari komitmen investasi, penguatan kerja sama pendidikan, hingga peran aktif Indonesia dalam isu perdamaian global.
Setibanya di Tanah Air, Presiden Prabowo disambut oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Tampak hadir Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, serta Kepala Sekretariat Pribadi Presiden, Rizky Irmansyah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, kunjungan luar negeri tersebut dirancang tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan berorientasi pada hasil nyata.
Menurutnya, hampir seluruh agenda pertemuan kepala negara dan kepala pemerintahan berujung pada kesepakatan yang menyentuh langsung kepentingan nasional.
“Lawatan Presiden selama lima hari menghasilkan sejumlah kerja sama penting, terutama di bidang ekonomi, pendidikan, dan diplomasi internasional,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Salah satu hasil yang paling menonjol adalah kesepakatan investasi sektor maritim dengan Pemerintah Inggris. Nilai kerja sama tersebut mencapai 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp90 triliun, yang akan difokuskan pada pengembangan infrastruktur pelabuhan, logistik laut, dan teknologi kelautan.
Baca Juga: Terkait Kabar Bergabungnya RI, Menlu Ungkap Dewan Perdamaian Dunia Tak Akan Gantikan PBB
Selain Inggris, Prabowo juga melakukan pertemuan intensif dengan para pemimpin negara lain untuk membuka peluang investasi baru serta memperluas akses pelajar Indonesia ke institusi pendidikan unggulan dunia. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia nasional dalam jangka panjang.
Di bidang diplomasi, Presiden Prabowo turut menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mendorong penyelesaian konflik secara damai. Dalam beberapa forum internasional, ia menekankan pentingnya dialog, penghormatan terhadap hukum internasional, serta peran negara berkembang dalam menjaga stabilitas global.
Baca Juga: Indonesia Tegaskan Dewan Perdamaian Bukan Tandingan PBB, Fokus Kawal Stabilitas Gaza–Palestina
Langkah diplomatik ini dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang diperhitungkan di panggung internasional. Pemerintah berharap kepercayaan global tersebut dapat berimbas positif terhadap iklim investasi dan kerja sama lintas sektor.
Artikel Terkait
Foto Terakhir Lula Lahfah Tersebar di Medsos, Awkarin Hingga Jennifer Coppen Minta Penyebar Berhenti dan Take Down
Indonesia Tegaskan Dewan Perdamaian Bukan Tandingan PBB, Fokus Kawal Stabilitas Gaza–Palestina
Moment Macron Pakai Bahasa Indonesia Sambut Prabowo di Paris, Isyarat Hangatnya Hubungan Dua Negara
Ketegangan AS–Iran Dongkrak Harga Minyak, Brent dan WTI Melonjak ke Level Tertinggi Pekan Ini
Hubungan Reza Arap dan Lula Lahfah Kembali Disorot Usai Kepergian Sang Selebgram, Kenang Ketulusan Hati Kekasihnya
Bencana Longsor Terjang Pasirlangu Cisarua, 8 Orang Meninggal Dunia dan Puluhan Rumah Tertimbun
Dinar Candy Ingatkan Anak Muda Jauhi Podgeter Tak Lama Setelah Lula Lahfah Tutup Usia
Terkait Kabar Bergabungnya RI, Menlu Ungkap Dewan Perdamaian Dunia Tak Akan Gantikan PBB
82 Orang Hilang, Begini Kesaksian Korban Selamat Longsor Cisarua yang Dengar Dentuman Keras Sebelum Tanah Runtuh
DPR Angkat Suara soal Dugaan Bisnis Sawit PT Sinarmas di Aceh, Komisi IV Janji Turun Cek Temuan Jatam