INSIBERNEWS - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi geopolitik global yang kian tegang dan tidak menentu. Ia menilai dunia saat ini berada pada fase berbahaya yang berpotensi menyeret banyak negara ke konflik besar.
Melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya, SBY menyebut kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga bukan lagi sekadar wacana.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa peluang untuk mencegah bencana tersebut masih ada, walaupun semakin sempit.
Baca Juga: Noel Tak Lagi Bicara Amnesti, Sindir Komentar Sinis Jubir KPK Usai Sidang Dakwaan
“Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Namun, hari demi hari, ruang dan waktu untuk mencegahnya semakin menyempit,” tulis SBY, Selasa (20/1/2026).
Menurut SBY, dinamika global saat ini memiliki kemiripan yang kuat dengan kondisi dunia menjelang pecahnya Perang Dunia Pertama dan Kedua. Ia menyoroti pola sejarah yang kembali berulang dalam konteks kekinian.
Baca Juga: BPOM Temukan BPA pada Galon Isi Ulang, Konsumen Diimbau KKI untuk Waspada
Ia menyebut munculnya pemimpin-pemimpin kuat dengan kecenderungan konfrontatif, terbentuknya blok-blok kekuatan global yang saling berhadap-hadapan, serta perlombaan pembangunan kekuatan militer sebagai tanda-tanda yang patut diwaspadai.
“Situasi dunia menjelang Perang Dunia Pertama dan Kedua memiliki banyak kesamaan dengan keadaan sekarang. Kita melihat lahirnya pemimpin yang haus konflik, aliansi negara yang saling berseberangan, dan eskalasi militer yang masif,” jelasnya.
SBY juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi persenjataan modern, termasuk senjata nuklir, membuat potensi dampak perang global jauh lebih menghancurkan dibandingkan konflik besar di masa lalu.
Baca Juga: Belanja AI Global Melejit, Industri Teknologi Siap Kucurkan Triliunan Dolar hingga 2027
Dalam pandangannya, dunia internasional membutuhkan langkah kolektif yang cepat dan berani. Ia mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil peran lebih aktif sebagai penengah konflik global.
“Saran saya, PBB perlu mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia dalam Sidang Umum darurat. Dunia membutuhkan ruang dialog sebelum semuanya terlambat,” ujar SBY.
Menutup pesannya, SBY menyampaikan doa agar umat manusia terhindar dari perang besar yang dapat mengancam peradaban. Ia berharap para pemimpin dunia lebih mengedepankan kebijaksanaan, dialog, dan kemanusiaan dalam mengambil keputusan strategis.***
Artikel Terkait
Banjir Karangligar Karawang Capai 3 Meter, Rumah Panggung KDM hingga Sekolah Terendam
Diduga Menikah Lagi, Gubernur Aceh Muzakir Manaf Terekam Duduk di Pelaminan Bersama Pengusaha Malaysia
Isi Grup 'Mas Menteri Core Team' Dibongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Ungkap Arah Awal Kebijakan Nadiem
OTT KPK di Pati, Bupati Sudewo Diamankan dan Diperiksa Intensif
Struktur Cukai Rokok Bakal Dirombak, Kemenkeu Siapkan Lapisan Tarif Baru
Tak Sejalan dengan PBB, Prancis Tolak Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump
Belanja AI Global Melejit, Industri Teknologi Siap Kucurkan Triliunan Dolar hingga 2027
LHKPN Wali Kota Madiun Disorot Usai OTT KPK, Harta Rp16,9 Miliar Jadi Perhatian
BPOM Temukan BPA pada Galon Isi Ulang, Konsumen Diimbau KKI untuk Waspada
Noel Tak Lagi Bicara Amnesti, Sindir Komentar Sinis Jubir KPK Usai Sidang Dakwaan