Peringatan Tegas untuk Petinggi BUMN, Prabowo: Kalau Tak Sanggup Mengabdi, Berhenti Saja

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 13 Januari 2026 | 16:36 WIB
Peringatan Tegas untuk Petinggi BUMN, Prabowo: Kalau Tak Sanggup Mengabdi, Berhenti Saja (Foto : instagram/presidenrepublikindonesia)
Peringatan Tegas untuk Petinggi BUMN, Prabowo: Kalau Tak Sanggup Mengabdi, Berhenti Saja (Foto : instagram/presidenrepublikindonesia)

INSIBERNEWSPresiden Prabowo Subianto mewajibkan seluruh jajaran pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bekerja secara jujur, bersih, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Prabowo mengatakan, apabila mereka yang tidak sanggup menjalankan amanah tersebut diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1).

Baca Juga: Alasan Di Balik John Herdman Mau Jadi Pelatih Timnas, Visi Jelas hingga Kualitas Pemain jadi Daya Pikatnya

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti masih lemahnya tata kelola dan integritas di sejumlah BUMN. Menurutnya, salah satu pangkal utama persoalan tersebut adalah kualitas kepemimpinan yang belum optimal.

Ia menyebut, terdapat direksi BUMN yang tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya, sehingga berdampak pada kinerja perusahaan. Bahkan, lemahnya kepemimpinan tersebut membuat sejumlah BUMN harus menanggung kerugian yang tidak sedikit.

“Terlalu banyak pengalaman kita. Direksi-direksi BUMN, saya katakan saja, tidak baik. Saya tugaskan Kepala Danantara dan beberapa menteri untuk membersihkan semua BUMN. BUMN sangat banyak, banyak yang rugi,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Mantan Menkeu Sri Mulyani Terpilih Masuk Jajaran Direksi Gates Foundation

Lebih lanjut, Prabowo mengaku gerah dengan praktik sejumlah direksi BUMN yang tetap meminta tantiem meski perusahaan yang mereka kelola membukukan kerugian. Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat diterima karena tidak sejalan dengan kinerja dan tanggung jawab yang diemban.

Oleh karena itu, Prabowo mempersilakan para direksi yang tidak mampu mengemban amanah tersebut untuk mundur dari jabatannya. Ia menegaskan bahwa memimpin BUMN berarti mengabdi kepada negara dan rakyat, bukan memperkaya diri sendiri.

“(BUMN) sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu. Kalau tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Banyak yang siap menggantikan,” tegasnya.

Baca Juga: Targetkan Bangun 500 Sekolah Rakyat Gratis untuk Siswa Miskin hingga 2029, Prabowo Ungkap Bakal Tampung 500,000 Anak

Prabowo menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya berkomitmen penuh membenahi tata kelola BUMN. Ia menekankan bahwa BUMN harus diisi oleh sosok-sosok yang memahami bahwa kekayaan negara wajib dikelola dengan prinsip tanggung jawab yang tinggi.

“Untuk mengisi kemerdekaan, kita harus mengelola sumber daya dan sumber-sumber kekayaan kita. Kita harus menjalankan misi itu dengan rasa tanggung jawab,” pungkasnya.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X