INSIBERNEWS - Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menegaskan bahwa negaranya tetap berdiri sebagai negara berdaulat dan tidak berada di bawah kendali kekuatan asing mana pun. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya tensi politik antara Venezuela dan Amerika Serikat.
Sikap tegas Rodríguez muncul sebagai respons atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sebelumnya mengklaim bahwa Washington akan mengambil alih kendali Venezuela setelah penggulingan Presiden Nicolás Maduro pada akhir pekan lalu. Klaim tersebut menuai kecaman luas dari Caracas.
Baca Juga: Tarif Listrik Aman Sepanjang Tahun, Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan di 2026
Rodríguez menegaskan bahwa pemerintahan Venezuela dijalankan sepenuhnya oleh otoritas nasional yang sah, bukan oleh pihak luar. Ia menilai pernyataan AS sebagai bentuk intervensi yang mencederai prinsip kedaulatan negara.
“Pemerintahan yang berkuasa di Venezuela adalah pemerintahan kami sendiri, bukan milik siapa pun dari luar,” kata Rodríguez, Rabu (7/1/2026).
Ia kembali menekankan bahwa tidak ada negara asing yang memiliki hak atau wewenang untuk mengatur urusan politik, ekonomi, maupun keamanan Venezuela.
Baca Juga: Impor Kain Kapas Dibendung, Pemerintah Berlakukan Bea Masuk Pengamanan Mulai 2026
“Tidak ada kekuatan asing yang memerintah Venezuela,” ujarnya menambahkan.
Situasi politik Venezuela memang tengah berada dalam fase krusial pasca tumbangnya Nicolás Maduro. Rodríguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden, ditunjuk sebagai presiden sementara untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dan stabilitas nasional terjaga.
Dalam kesempatan yang sama, Rodríguez juga menyampaikan bahwa pemerintahannya terbuka terhadap hubungan internasional yang didasarkan pada prinsip saling menghormati dan kesetaraan antarnegara. Namun, ia menegaskan bahwa segala bentuk kerja sama tidak boleh mengorbankan kedaulatan nasional.
Baca Juga: Kejagung Datangi Kemenhut, Usut Jejak Alih Fungsi Hutan di Perkara Tambang Konawe Utara
Pernyataan keras Rodríguez mendapat dukungan dari sejumlah negara di Amerika Latin yang menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional serta penolakan atas intervensi sepihak dalam urusan dalam negeri suatu negara.
Ketegangan antara Venezuela dan Amerika Serikat diperkirakan masih akan berlanjut. Komunitas internasional kini menyoroti bagaimana transisi politik di Venezuela akan berlangsung, sekaligus menanti langkah diplomatik lanjutan dari kedua belah pihak.***
Artikel Terkait
Kepergok Jalan Berdua, Jule Diduga Liburan ke Bali Bersama Jefri Nichol!
Bangga Swasembada Pangan Tercapai dalam Setahun, Prabowo: Kita Berdiri di Atas Kaki Sendiri
Hati-hati Modus Kejahatan, Berikut Tips Aman Bertransaksi dengan Kartu Kredit BRI
Kejagung Datangi Kemenhut, Usut Jejak Alih Fungsi Hutan di Perkara Tambang Konawe Utara
AS Berencana Membeli Greenland, Trump Tegaskan Kepentingan Keamanan Nasional
Pemulihan Pascabencana Sumatera Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Anggaran hingga Rp60 Triliun
Trump Umumkan Pengalihan Puluhan Juta Barel Minyak Venezuela Usai Maduro Ditangkap
Tiang Monorel Mangkrak Dibongkar, Pemprov DKI Siapkan Rp100 Miliar untuk Rapikan Rasuna Said
Impor Kain Kapas Dibendung, Pemerintah Berlakukan Bea Masuk Pengamanan Mulai 2026
Tarif Listrik Aman Sepanjang Tahun, Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan di 2026