Pemulihan Pascabencana Sumatera Jadi Prioritas, Pemerintah Siapkan Anggaran hingga Rp60 Triliun

Photo Author
- Kamis, 8 Januari 2026 | 12:08 WIB
Jembatan terputus akibat banjir di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.  (BPBD Kabupaten Tapanuli Utara)
Jembatan terputus akibat banjir di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. (BPBD Kabupaten Tapanuli Utara)

INSIBERNEWS - Pemerintah memastikan komitmennya dalam mempercepat pemulihan wilayah Sumatera yang terdampak bencana alam. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, dana sebesar Rp53 triliun hingga Rp60 triliun disiapkan khusus untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai daerah terdampak.

Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mewakili Istana. Ia menegaskan, angka tersebut merupakan hasil perhitungan akhir yang telah diputuskan pemerintah dan dimasukkan dalam postur APBN 2026 yang sudah disahkan bersama DPR.

Baca Juga: AS Berencana Membeli Greenland, Trump Tegaskan Kepentingan Keamanan Nasional

Menurut Prasetyo, pemerintah menyiapkan dua skema pembiayaan utama dalam penanganan bencana di Sumatera. Skema pertama berasal dari dana siap pakai yang dikelola Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan digunakan dalam situasi darurat.

Dana siap pakai tersebut, kata dia, berfungsi sebagai respons cepat ketika bencana terjadi, mulai dari evakuasi, penanganan korban, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak pada fase awal kejadian.

Sementara itu, skema kedua merupakan anggaran khusus pemulihan bencana yang dialokasikan di luar dana siap pakai. Dana inilah yang nilainya diperkirakan mencapai kisaran Rp53 triliun hingga Rp60 triliun dan difokuskan untuk tahap lanjutan.

Baca Juga: Bangga Swasembada Pangan Tercapai dalam Setahun, Prabowo: Kita Berdiri di Atas Kaki Sendiri

"Jadi pemahamannya kan ada dua, ada dana siap pakai yang digunakan saat keadaan darurat. Tetapi kalau berkenaan dengan proses pemulihan, rehabilitasi, maupun rekonstruksi dan pemulihan kembali seluruh fasilitas umum, itu ada alokasi tersendiri dari APBN," ujar Prasetyo Hadi.

Ia menjelaskan, anggaran pemulihan tersebut mencakup perbaikan infrastruktur vital, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat yang terdampak bencana dalam jangka menengah dan panjang.

Baca Juga: BMKG Peringati Cuaca Ekstrem, Gelombang Tinggi Air Laut Terjang Area Manado Town Square 3

Selain itu, Prasetyo mengungkapkan adanya pembahasan tambahan alokasi anggaran dalam sejumlah program pemerintah saat agenda retret Kabinet Merah Putih (KMP) 2026. Namun, ia menegaskan seluruh rencana tersebut tetap mengacu pada kerangka APBN yang telah disepakati bersama DPR.

"Kalau berkenaan dengan masalah bencana, itu sedang dihitung final dan diperkirakan akan mencapai angka Rp53 sampai kurang lebih Rp60 triliun, dan itu sudah dianggarkan di APBN 2026," katanya menegaskan.

Pemerintah berharap dukungan anggaran yang besar ini dapat mempercepat pemulihan wilayah Sumatera secara menyeluruh, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X