INSIBERNEWS - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno meminta pemerintah bersikap waspada terhadap potensi gejolak harga minyak dunia menyusul meningkatnya tensi geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Venezuela. Menurutnya, konflik tersebut berisiko memicu krisis energi global jika tidak diantisipasi sejak dini.
Eddy menilai posisi Venezuela sebagai salah satu negara pemasok minyak mentah dunia membuat situasi ini tak bisa dianggap sepele.
Gangguan produksi atau distribusi dari negara tersebut berpotensi memengaruhi keseimbangan pasar energi internasional dan mendorong lonjakan harga minyak.
Baca Juga: Biaya Membengkak! Dedi Mulyadi Wacanakan Setop Sementara Operasional Bandara Kertajati
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan, Indonesia harus belajar dari berbagai krisis global sebelumnya. Kenaikan harga minyak dunia, kata dia, selalu berdampak langsung terhadap perekonomian nasional, terutama pada beban subsidi dan stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kalau kita bisa melakukan antisipasi sejak sekarang, dampak yang lebih luas sebenarnya bisa ditekan,” ujar Eddy.
Ia menilai langkah kebijakan yang tepat dan terukur akan membantu menjaga ketahanan fiskal negara. Menurutnya, pemerintah perlu segera menghitung berbagai skenario terburuk agar APBN tetap berada dalam kondisi sehat di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: Muhammadiyah Resmi Tetapkan Awal Puasa 2026, Ramadhan Dimulai 18 Februari
“Sebelum krisis ini merembet dan dampaknya semakin meluas, antisipasi saat ini bisa dilakukan. Pilihan kebijakan yang relevan akan membantu menjaga ‘sehat’-nya APBN kita,” lanjut Eddy.
Eddy juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian, khususnya kementerian yang berkaitan langsung dengan energi, keuangan, dan perdagangan. Ia meminta pemerintah tidak hanya fokus pada dampak jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan strategi menghadapi efek jangka panjang.
“Perlu ada tindakan antisipasi dari kementerian terkait dengan melihat efek jangka pendek maupun jangka panjang dari situasi ini. Terutama kemungkinan kenaikan harga minyak dunia akibat tingginya permintaan, sementara pasokan global berkurang,” katanya.
Baca Juga: Tiang Monorel Era Lama Akan Dibongkar, Pramono Anung Siap Percantik Rasuna Said dan Senayan
Menurut Eddy, selain menjaga APBN, pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan energi dalam negeri tetap aman. Diversifikasi sumber energi dan penguatan cadangan strategis dinilai menjadi langkah penting agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak global.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa konflik geopolitik internasional dapat berdampak langsung pada kehidupan ekonomi nasional. Eddy berharap pemerintah bergerak cepat dan tidak bersikap reaktif ketika tekanan harga minyak sudah terlanjur membesar.***
Artikel Terkait
Dikawal Ratusan Ojol, Nadiem Makarim Dilarang Bicara Pada Publik Dalam Sidang Dakwaan Pengadaan laptop chromebook
Nyaris Memaki Pelaku, Fiersa Besari Cerita Insiden Kecelakaan Istri di Gambir: 'Bukan Soal Uang, Tapi Keselamatan'
Presiden Prabowo Kembali Satukan Kabinet Merah Putih Lewat Retret di Hambalang Besok
Tanpa Seragam dan Beralas Tikar, Sekolah di Aceh Tamiang Dibuka Bertahap Pascabanjir
4 Tahun Pacaran Beda Agama, Yasmin Napper dan Giorgino Abraham Putus Dengan Baik
Ditinggal Setelah 56 Tahun Bersama, Pedangdut Legendaris Mansyur S Kehilangan Istri Tercinta
Nadiem Makarim Buka-bukaan di Pengadilan: Dari Dunia Startup ke Kursi Menteri Tanpa Bekal Birokrasi
Tiang Monorel Era Lama Akan Dibongkar, Pramono Anung Siap Percantik Rasuna Said dan Senayan
Muhammadiyah Resmi Tetapkan Awal Puasa 2026, Ramadhan Dimulai 18 Februari
Biaya Membengkak! Dedi Mulyadi Wacanakan Setop Sementara Operasional Bandara Kertajati