Biaya Membengkak! Dedi Mulyadi Wacanakan Setop Sementara Operasional Bandara Kertajati

Photo Author
- Selasa, 6 Januari 2026 | 08:14 WIB
Potret Gubernur Jawa Barat - Dedi Mulyadi (Foto : Instagram/@dedimulyadi71)
Potret Gubernur Jawa Barat - Dedi Mulyadi (Foto : Instagram/@dedimulyadi71)

INSIBERNEWS - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti besarnya biaya operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang dinilai membebani keuangan daerah. Setiap tahun, anggaran yang harus dikucurkan dari APBD Jawa Barat disebut mencapai Rp100 miliar.

Menurut Dedi, besaran dana tersebut tidak sebanding dengan manfaat yang dirasakan masyarakat. Hingga kini, Bandara Kertajati dinilai belum mampu memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi pertumbuhan wilayah maupun kesejahteraan warga Jawa Barat.

Baca Juga: Muhammadiyah Resmi Tetapkan Awal Puasa 2026, Ramadhan Dimulai 18 Februari

Ia mengungkapkan, dari total anggaran operasional itu, sekitar setengahnya atau Rp50 miliar digunakan hanya untuk kebutuhan manajemen dan pengelolaan bandara. Kondisi ini membuat pemerintah provinsi harus berpikir ulang mengenai keberlanjutan pembiayaan tersebut.

“Pertanyaan saya, bisa nggak sih karena kita terus membiayai tapi tidak ada hasilnya, Kertajati ini disetop dulu?” ujar Dedi Mulyadi.

Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM itu menilai, idealnya sebuah proyek infrastruktur besar harus memberi dampak langsung bagi perekonomian daerah, baik melalui peningkatan aktivitas bisnis, pariwisata, maupun penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga: Tiang Monorel Era Lama Akan Dibongkar, Pramono Anung Siap Percantik Rasuna Said dan Senayan

Ia menyayangkan fakta bahwa setelah beroperasi beberapa tahun, Bandara Kertajati masih minim trafik penerbangan dan belum menjadi simpul transportasi udara yang hidup seperti yang direncanakan sejak awal pembangunannya.

“Manajemennya dibiayai, digaji, tapi menghasilkan apa pun tidak,” lanjutnya dengan nada kritis.

Meski demikian, Dedi menegaskan wacana penghentian sementara operasional bandara bukan keputusan final. Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk membuka opsi perubahan skema pengelolaan agar bandara tersebut lebih produktif dan efisien.

Baca Juga: Nadiem Makarim Buka-bukaan di Pengadilan: Dari Dunia Startup ke Kursi Menteri Tanpa Bekal Birokrasi

Bandara Kertajati sendiri sebelumnya digadang-gadang menjadi pintu gerbang utama Jawa Barat dan penopang kawasan industri serta pariwisata di wilayah timur provinsi. Namun, berbagai kendala membuat pemanfaatannya belum optimal hingga saat ini.

Pernyataan Dedi Mulyadi ini pun memicu diskusi publik mengenai efektivitas proyek infrastruktur besar dan pentingnya perencanaan matang agar anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X