INSIBERNEWS - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan tiang monorel mangkrak yang selama bertahun-tahun berdiri di kawasan Rasuna Said dan Senayan.
Ia memastikan pembongkaran struktur beton peninggalan proyek lama itu akan mulai dilakukan pada awal tahun 2026, sesuai dengan janji yang telah disampaikan kepada publik.
Pramono menyebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya telah memberikan kesempatan kepada PT Adhi Karya sebagai pihak terkait untuk melakukan pembongkaran secara mandiri. Surat resmi sudah dilayangkan, lengkap dengan tenggat waktu yang jelas, namun hingga batas waktu berakhir tidak ada langkah nyata yang dilakukan.
Baca Juga: Nadiem Makarim Buka-bukaan di Pengadilan: Dari Dunia Startup ke Kursi Menteri Tanpa Bekal Birokrasi
Karena itu, Pemprov DKI tak ingin lagi berlarut-larut. Jika pihak terkait tidak juga mengeksekusi pembongkaran, pemerintah daerah akan turun tangan langsung demi menuntaskan persoalan yang dinilai mengganggu wajah ibu kota.
“Minggu ketiga Januari mulai. Karena kami sudah mengeluarkan surat dan memberikan batas waktu satu bulan. Kalau mereka tidak bisa melakukan, kami akan melakukan sendiri,” ujar Pramono.
Ia menilai keberadaan tiang monorel yang terbengkalai bukan hanya masalah estetika, tetapi juga simbol proyek infrastruktur yang tak kunjung selesai. Menurutnya, Jakarta tak boleh terus dibebani oleh sisa-sisa kebijakan masa lalu yang tidak tuntas.
Baca Juga: Ditinggal Setelah 56 Tahun Bersama, Pedangdut Legendaris Mansyur S Kehilangan Istri Tercinta
Selain pembongkaran, Pramono juga menyiapkan rencana penataan ulang kawasan Rasuna Said. Jalan protokol tersebut akan dibenahi secara menyeluruh agar lebih rapi, nyaman, dan memiliki nilai visual yang kuat sebagai salah satu pusat aktivitas bisnis ibu kota.
“Saya sudah meminta agar awal Januari kita mulai membenahi Jalan Rasuna Said. Saya ingin kawasan itu menjadi indah, sehingga sentuhan arsitektur juga harus benar-benar diperhatikan,” kata Pramono.
Ia menambahkan, Pemprov DKI akan melibatkan perencana kota dan arsitek untuk memastikan penataan dilakukan dengan konsep yang matang. Penataan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki tampilan kota, tetapi juga meningkatkan kualitas ruang publik dan kelancaran lalu lintas.
Langkah ini sejalan dengan visi Pramono untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih tertata, manusiawi, dan berdaya saing global. Pembongkaran tiang monorel pun disebut sebagai awal dari penataan ulang warisan proyek mangkrak di berbagai sudut kota.
Dengan rencana tersebut, Pemprov DKI berharap masyarakat dapat segera merasakan perubahan nyata, sekaligus menutup bab panjang proyek monorel yang selama ini menjadi pengingat kegagalan perencanaan transportasi masa lalu.***
Artikel Terkait
Heboh Gelembung Gas Keluar dari Tanah Pascabanjir di Nagan Raya, Warga Diminta Waspada
Jarang Disorot, Kisah Cinta Manohara dengan Kristian Hansen Vlogger Asal Denmark Mendadak Viral
Dikawal Ratusan Ojol, Nadiem Makarim Dilarang Bicara Pada Publik Dalam Sidang Dakwaan Pengadaan laptop chromebook
Mulai Kondusif Pasca Konflik, Kemenlu Klaim WNI di Venezuela Aman, Siapkan Kontingensi Jika Situasi Keamanan Memburuk
Nyaris Memaki Pelaku, Fiersa Besari Cerita Insiden Kecelakaan Istri di Gambir: 'Bukan Soal Uang, Tapi Keselamatan'
Presiden Prabowo Kembali Satukan Kabinet Merah Putih Lewat Retret di Hambalang Besok
Tanpa Seragam dan Beralas Tikar, Sekolah di Aceh Tamiang Dibuka Bertahap Pascabanjir
4 Tahun Pacaran Beda Agama, Yasmin Napper dan Giorgino Abraham Putus Dengan Baik
Ditinggal Setelah 56 Tahun Bersama, Pedangdut Legendaris Mansyur S Kehilangan Istri Tercinta
Nadiem Makarim Buka-bukaan di Pengadilan: Dari Dunia Startup ke Kursi Menteri Tanpa Bekal Birokrasi