Trump Murka Usai Serangan Drone Ukraina Bidik Kediaman Putin, Diplomasi Global Ikut Terancam

Photo Author
- Selasa, 30 Desember 2025 | 12:28 WIB
Donald Trump Marah Besar Atas Serangan Drone Ukraina di Kediaman Putin (foto: Istimewa)
Donald Trump Marah Besar Atas Serangan Drone Ukraina di Kediaman Putin (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kemarahannya atas serangan besar-besaran yang dilakukan militer Ukraina terhadap kediaman negara Presiden Rusia Vladimir Putin.

Serangan yang melibatkan puluhan drone kamikaze itu dinilai terjadi pada momen yang sangat sensitif dan berpotensi memperkeruh situasi geopolitik global.

Trump menilai insiden tersebut dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas, terutama di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk meredakan perang Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Kesal Kencan Tak Sesuai Harapan, Pria di Malang Tega Akhiri Nyawa Teman Kencannya

Ia menegaskan bahwa setiap tindakan militer berskala besar saat ini akan membawa dampak serius, tidak hanya bagi kedua negara yang bertikai, tetapi juga bagi stabilitas internasional.

“Ini terjadi di waktu yang sangat tidak tepat dan berbahaya,” kata Trump dalam pernyataannya kepada media, sembari menekankan perlunya menahan diri agar konflik tidak keluar dari kendali.

Sebelumnya, pada Senin, otoritas Rusia mengonfirmasi bahwa kediaman resmi Presiden Vladimir Putin yang berada di Wilayah Novgorod menjadi sasaran serangan drone jarak jauh pada Minggu malam. Menurut laporan Moskow, total 91 drone kamikaze diluncurkan dan seluruhnya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Rusia.

Baca Juga: Angin Puting Beliung di Bogor Mengamuk, Bawa Sayap Pesawat dan Hancurkan Rumah Warga

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar, insiden tersebut langsung memicu reaksi keras dari para pejabat tinggi Rusia. Mereka mengecam serangan itu sebagai tindakan terorisme dan menegaskan bahwa Moskow memiliki hak penuh untuk memberikan balasan yang setimpal.

Beberapa pejabat Rusia juga mengisyaratkan bahwa serangan tersebut dapat memengaruhi sikap Kremlin dalam perundingan yang tengah dijajaki dengan Amerika Serikat terkait upaya penyelesaian konflik bersenjata yang telah berlangsung lebih dari dua tahun itu.

Baca Juga: Cerdas tapi Minim Empati, Psikolog Forensik Beberkan Kondisi Mental Anak Tikam Ibu Kandung di Medan

Trump, di sisi lain, kembali menyoroti pentingnya jalur diplomasi sebagai satu-satunya jalan untuk mencegah perang meluas ke wilayah lain. Ia menyebut bahwa dialog antara Washington dan Moskow harus tetap dijaga, meski tensi politik dan militer terus meningkat.

“Dunia tidak membutuhkan perang baru, yang dibutuhkan adalah kepala dingin dan komunikasi,” ujar Trump, seraya mengingatkan dampak global yang bisa muncul jika konflik berkembang tanpa kendali.

Baca Juga: Polrestabes Medan ungkap Motif Siswi SD Diduga Tikam Ibu Kandung Dipicu oleh Kekerasan Rumah Tangga dan Pengaruh Game

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X