Selain itu, anak-anak korban banjir juga berharap adanya bantuan perlengkapan sekolah, seperti sepatu, pakaian seragam, alat tulis, hingga kitab suci yang hilang terseret banjir.
Puing Kayu Menumpuk, Alat Berat Belum Diterjunkan
Hingga lebih dari 20 hari pascabencana, warga mengeluhkan belum adanya alat berat untuk membersihkan puing-puing kayu yang menumpuk di area pemukiman. Material kayu besar yang terbawa arus banjir menghantam dan meratakan rumah-rumah warga.
Dalam video yang beredar, tampak warga memanfaatkan susunan kayu sisa banjir sebagai jalan darurat untuk beraktivitas. Kondisi ini menunjukkan perlunya penanganan lanjutan dan perhatian serius agar proses pemulihan dapat segera berjalan.
Artikel Terkait
Sempat Dilaporkan Inara Rusli, Insanul Fahmi Sebut Akan Adil Kepada Inara Dan Mawa
Berhasil Selamatkan 20 Warga Tamiang saat Banjir, Sertu Giman: Saya Minta Kekuatan pada Allah
Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan Pascabencana, Danantara dan BRI Terjun Langsung ke Lokasi Bencana Aceh Tamiang
Kisah Haru Pengungsi Aceh: Bocah Korban Banjir Minta Sajadah untuk Sang Ibu
Akses Jalan Terputus Akibat Longsor, Warga Desa Simaninggir Tapteng Terpaksa Jemput Bantuan Lewati Hutan yang Curam dan Licin