Tak berhenti di situ, keesokan harinya Giman kembali melakukan penyelamatan terhadap empat warga lain yang tersangkut di pohon sawit akibat hanyut terbawa arus, termasuk seorang anggota TNI dan anaknya. Dengan menggunakan rakit ban sederhana, ia kembali mengevakuasi korban ke tempat aman.
Ketika ditanya apa yang membuatnya tetap menolong warga lain, meski rumah dan keluarganya sendiri juga dalam kondisi terancam, Giman menjawab singkat.
Baca Juga: BPK Ungkap Aset Proyek PLN Rp1,97 Triliun Belum Produktif Akibat Perubahan Kebijakan
“Saya tidak tega. Saya sebagai manusia punya hati nurani. Keluarga saya sudah di tempat yang lebih tinggi. Jadi saya nekat menolong mereka,” katanya.
Kini, meski rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir, Giman mengaku bersyukur karena warga yang ia tolong selamat.
“Perasaan saya senang sekali melihat mereka selamat. Walaupun rumah rusak parah, ya sudah, namanya bencana. Yang penting orang-orang selamat,” ujarnya.
Artikel Terkait
Banjir Bandang Terjang Wisata Guci Tegal, Sejumlah Pancuran Air Panas Rusak Dihantam Arus
Menkeu Buka Suara soal Wacana Baju Sisa Ekspor untuk Korban Bencana Sumatera
Warga Korban Bencana Marah, Tuding Ada Mafia Kayu di Sisa Banjir Aceh Tamiang
Sempat Dilaporkan Inara Rusli, Insanul Fahmi Sebut Akan Adil Kepada Inara Dan Mawa
Pertamina Siagakan Ratusan SPBU dan Agen Elpiji di Jateng Jelang Libur Nataru