Didukung Kementerian PU, Sekolah Rakyat SRMP 11 Bandung Barat Bangkitkan Asa Anak Putus Sekolah

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 20 Desember 2025 | 14:33 WIB
Sekolah Rakyat SRMP 11 Bandung Barat Bangkitkan Asa Anak Putus Sekolah (Istimewa )
Sekolah Rakyat SRMP 11 Bandung Barat Bangkitkan Asa Anak Putus Sekolah (Istimewa )

Pertama adalah Kurikulum Persiapan yang berlangsung selama tiga bulan (Juli–September) dengan fokus pada pemulihan motivasi dan pembentukan karakter dasar. Sebagian besar siswa sebelumnya tidak bersekolah atau sudah bekerja.

Kedua, Kurikulum Inti yang dimulai sejak Oktober dan mengacu pada Kurikulum Nasional, di mana proses belajar dan penilaian berlangsung seperti sekolah formal pada umumnya.

Ketiga, Kurikulum Keasramaan. Karena berbasis asrama, pembinaan karakter dilakukan hingga malam hari. Guru mengajar dari pukul 07.00–16.00, kemudian dilanjutkan pendampingan oleh asisten asrama hingga pukul 21.00, mencakup kedisiplinan, kegiatan harian, dan ibadah bersama.

Baca Juga: Gelar Perkara Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tegaskan Hanya Melihat Tanpa Menyentuh Dokumen

“Kami juga menerapkan sistem multi entry–multi exit bagi anak-anak lulusan SD dua sampai tiga tahun sebelumnya yang belum pernah melanjutkan sekolah," tutur Deni.

"Mereka tetap masuk kelas VII, namun didampingi sesuai kemampuan masing-masing,” tambahnya.

Mengutamakan Kesempatan, Bukan Sekadar Aturan
Seluruh siswa diwajibkan tinggal di asrama demi konsistensi pembinaan, meski beberapa rumah mereka tergolong dekat dengan sekolah. Pernah ada siswa yang menolak tinggal di asrama, dan pihak sekolah membantu mencarikan sekolah alternatif terdekat.

Baca Juga: Tumpukan Bantuan Pakaian untuk Korban Bencana di Aceh Jadi Sorotan, Warga Butuh Baju Sehari-hari

Prinsip utama yang dipegang sederhana: yang terpenting anak tetap mengenyam pendidikan.

Proses seleksi siswa dilakukan melalui data Kementerian Sosial. Anak dari kategori Data Kemiskinan (DCL 1 dan 2) disurvei oleh pendamping PKH, menjalani asesmen akademik serta pemeriksaan kesehatan sebelum ditetapkan oleh dinas sosial.

Pada 2025, dari lebih 180 pendaftar, hanya 100 siswa yang dapat diterima karena keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia.

Baca Juga: 100 Truk Bantuan dan Lebih dari 1,000 Relawan Dikerahkan Danantara Indonesia dan BP BUMN untuk Penanganan Bencana Sumatera

Dampak Nyata bagi Siswa dan Orang Tua
Meski baru berjalan sekitar tiga bulan, banyak siswa mulai merasa betah tinggal di asrama. Bahkan, beberapa di antaranya mengaku rindu sekolah saat libur nasional tiba.

Orang tua pun menyaksikan perubahan signifikan pada anak-anak mereka, terutama dalam hal kedisiplinan, kebiasaan belajar, dan rutinitas ibadah.

Renovasi 20 Sekolah Rakyat di Jawa Barat Tuntas
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno, menyampaikan bahwa renovasi Sekolah Rakyat Tahap I di Jawa Barat telah rampung di 20 lokasi, termasuk SRMP 11 Bandung Barat.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X