Pertama adalah Kurikulum Persiapan yang berlangsung selama tiga bulan (Juli–September) dengan fokus pada pemulihan motivasi dan pembentukan karakter dasar. Sebagian besar siswa sebelumnya tidak bersekolah atau sudah bekerja.
Kedua, Kurikulum Inti yang dimulai sejak Oktober dan mengacu pada Kurikulum Nasional, di mana proses belajar dan penilaian berlangsung seperti sekolah formal pada umumnya.
Ketiga, Kurikulum Keasramaan. Karena berbasis asrama, pembinaan karakter dilakukan hingga malam hari. Guru mengajar dari pukul 07.00–16.00, kemudian dilanjutkan pendampingan oleh asisten asrama hingga pukul 21.00, mencakup kedisiplinan, kegiatan harian, dan ibadah bersama.
Baca Juga: Gelar Perkara Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tegaskan Hanya Melihat Tanpa Menyentuh Dokumen
“Kami juga menerapkan sistem multi entry–multi exit bagi anak-anak lulusan SD dua sampai tiga tahun sebelumnya yang belum pernah melanjutkan sekolah," tutur Deni.
"Mereka tetap masuk kelas VII, namun didampingi sesuai kemampuan masing-masing,” tambahnya.
Mengutamakan Kesempatan, Bukan Sekadar Aturan
Seluruh siswa diwajibkan tinggal di asrama demi konsistensi pembinaan, meski beberapa rumah mereka tergolong dekat dengan sekolah. Pernah ada siswa yang menolak tinggal di asrama, dan pihak sekolah membantu mencarikan sekolah alternatif terdekat.
Baca Juga: Tumpukan Bantuan Pakaian untuk Korban Bencana di Aceh Jadi Sorotan, Warga Butuh Baju Sehari-hari
Prinsip utama yang dipegang sederhana: yang terpenting anak tetap mengenyam pendidikan.
Proses seleksi siswa dilakukan melalui data Kementerian Sosial. Anak dari kategori Data Kemiskinan (DCL 1 dan 2) disurvei oleh pendamping PKH, menjalani asesmen akademik serta pemeriksaan kesehatan sebelum ditetapkan oleh dinas sosial.
Pada 2025, dari lebih 180 pendaftar, hanya 100 siswa yang dapat diterima karena keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia.
Dampak Nyata bagi Siswa dan Orang Tua
Meski baru berjalan sekitar tiga bulan, banyak siswa mulai merasa betah tinggal di asrama. Bahkan, beberapa di antaranya mengaku rindu sekolah saat libur nasional tiba.
Orang tua pun menyaksikan perubahan signifikan pada anak-anak mereka, terutama dalam hal kedisiplinan, kebiasaan belajar, dan rutinitas ibadah.
Renovasi 20 Sekolah Rakyat di Jawa Barat Tuntas
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno, menyampaikan bahwa renovasi Sekolah Rakyat Tahap I di Jawa Barat telah rampung di 20 lokasi, termasuk SRMP 11 Bandung Barat.
Artikel Terkait
Min Hee Jin Buka Suara Soal Tuduhan Plagiat ILLIT, Klaim Demi Melindungi NewJeans
TikTok Sepakati Penjualan Bisnis AS, Investor Amerika Jadi Pemegang Saham Mayoritas
Banjir Bandang Sungai Cidadap Terjang Kampung Sawah Tengah Sukabumi, Permukiman Warga Terendam
Viral! Penemuan Diduga Emas di Lumpur Sisa Banjir Bandang Aceh, Warga Terkejut: Bencana Bawa Berkah
Pengakuan Dokter Gigi Jessica Freddy Viral, Ungkap Dugaan KDRT hingga Pemalsuan Akta Nikah