Semangat Belajar Tak Padam, Anak-Anak Korban Banjir Aceh Tetap Bersekolah di Posko Darurat

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 18 Desember 2025 | 07:20 WIB
Anak-anak di Aceh Tengah belajar di sekolah darurat  pascabanjir.  (Instagram/megiirawann)
Anak-anak di Aceh Tengah belajar di sekolah darurat pascabanjir. (Instagram/megiirawann)

INSIBERNEWS - Di tengah kondisi sulit pascabencana banjir besar dan longsor yang melanda Aceh, semangat anak-anak untuk terus mengenyam pendidikan tetap menyala.

Keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan niat mereka untuk belajar, meski harus menjalani proses belajar mengajar di tempat seadanya.

Kisah tersebut terungkap melalui unggahan video komika sekaligus aktor Megi Irawan yang memperlihatkan kondisi sekolah darurat siswa SD Negeri 11 Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Video berdurasi sekitar satu menit itu diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @megiirawann, pada Selasa, 16 Desember 2025.

Baca Juga: Shin Tae Yong Kembali Jadi Sorotan Usai Ketahuan Bantu Korban Banjir Sumatera

Dalam video tersebut, Megi menunjukkan bahwa bangunan sekolah para siswa telah rusak parah akibat bencana. Proses belajar pun terpaksa dipindahkan ke posko pengungsian dengan kondisi yang sangat terbatas.

“SDN 11 Pegasing, sekolah mereka hancur. Kelas sementara di posko, beralaskan tanah dan ganti-gantian,” tulisnya dalam video yang diunggah di akun Instagram @megiirawann pada Selasa, 16 Desember 2025.

Seorang pria yang turut berada di lokasi juga membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan bahwa bangunan sekolah sudah tidak dapat digunakan karena rusak total.

Baca Juga: Debitur KUR Terdampak Bencana Dapat Napas Lega, Pemerintah Beri Relaksasi hingga 3 Tahun

Fasilitas Belajar Sangat Terbatas
Dari rekaman video, terlihat ruang belajar darurat hanya dilengkapi papan tulis sederhana yang disandarkan ke dinding. Tidak tampak tikar atau alas duduk yang layak bagi para siswa.

Saat berbincang dengan tiga anak di lokasi, Megi menanyakan tempat mereka duduk saat belajar. Salah satu anak menjelaskan bahwa mereka duduk langsung di tanah atau menggunakan batu sebagai alas, sementara sebagian siswa lainnya memakai kursi seadanya.

Kondisi tersebut mencerminkan keterbatasan sarana pendidikan yang dialami anak-anak pengungsi korban banjir Aceh. Meski demikian, mereka tetap mengikuti pelajaran dengan penuh semangat.

Baca Juga: Resmi Berpisah dengan Hamish Daud, Gugatan Cerai Raisa Dikabulkan Pengadilan Agama Jakarta Selatan

Harapan Sekolah Segera Pulih
Mendengar penuturan para siswa, Megi menyampaikan harapannya agar sekolah SD Negeri 11 Pegasing bisa segera diperbaiki sehingga anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman.

Ia juga berharap pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih agar hak pendidikan anak-anak korban bencana tetap terpenuhi, meskipun dalam situasi darurat.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X