Cari Kerang Berujung Maut, 8 Santri di Blora Terseret Arus Sungai, 2 Tewas dan 3 Hilang

Photo Author
- Kamis, 11 Desember 2025 | 19:07 WIB
Ilustrasi garis polisi  (AFP)
Ilustrasi garis polisi (AFP)

INSIBERNEWS - Gelombang duka menyelimuti Blora pada Kamis (11/12/2025) setelah delapan santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Qur’an Al Maa’uun terseret arus Sungai Lusi saat tengah mencari kerang.

Peristiwa yang terjadi pada pagi buta itu sontak menggerakkan tim SAR gabungan dari Polres Blora, TNI, BPBD, Basarnas, hingga relawan untuk melakukan pencarian besar-besaran.

Baca Juga: Fenomena Gunung Menangis di Sembalun NTB, Air Terjun Dadakan Muncul Usai Hujan Deras

Kepala Polres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menyampaikan bahwa hingga pukul 14.10 WIB, dua korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Tiga lainnya berhasil selamat, sementara tiga santri masih dinyatakan hilang dan terus dicari di sepanjang aliran sungai yang tengah deras.

“Dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan tiga lagi masih kami upayakan pencariannya,” ujar Wawan.

Korban pertama, NAS (16), warga Kunduran, ditemukan sekitar 600 meter dari lokasi awal para santri terseret arus. Disusul penemuan korban kedua, NC (15), warga Jepon, yang ditemukan berjarak sekitar 200 meter dari titik kejadian.

Baca Juga: IFG Tegaskan Transparansi Informasi sebagai Pelayanan Publik dan Pilar Penguatan Reputasi Perusahaan

Musibah ini bermula sekitar pukul 06.30 WIB saat delapan santri turun ke Sungai Lusi untuk mencari kerang, aktivitas yang menurut warga sekitar memang kerap dilakukan remaja setempat. Namun pagi itu arus sungai lebih deras dari biasanya, diduga akibat hujan yang mengguyur wilayah Blora semalam sebelumnya.

Menyadari kondisi sungai yang tidak bersahabat, tim SAR tidak ingin kehilangan waktu. Berbagai metode pencarian diterapkan sekaligus, mulai dari penyisiran menggunakan perahu karet, pengamatan dari tepi sungai, hingga penyelaman manual oleh personel terlatih.

Baca Juga: Setelah SEA Games 2025, Erick Thohir Siapkan 'Rapot Merah' untuk Cabor yang Meleset dari Target

Untuk memperluas peluang penemuan korban, empat jaring besar dipasang di titik-titik strategis di sepanjang aliran sungai. Strategi ini diharapkan mampu menahan tubuh korban jika terbawa arus semakin jauh ke hilir.

Namun medan pencarian bukan tanpa tantangan. Debit air yang meningkat dan arus yang tak menentu membuat sejumlah titik rawan tidak bisa langsung diakses. Tim SAR harus bergerak dengan kehati-hatian tinggi agar operasi tidak justru menimbulkan korban baru.

Meski begitu, semangat para petugas dan relawan tidak surut. Mereka terus bekerja bergantian, memaksimalkan tiap jam yang tersedia sebelum malam tiba. Warga sekitar pun ikut memadati tepi sungai, sebagian membantu menunjukkan titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.

Baca Juga: Ammar Zoni Diizinkan Hadiri Sidang Secara Langsung, Ditjen PAS Terbitkan Izin Pemindahan Sementara

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X