Anggota DPR itu menyebutkan bahwa industri tersebut juga menyumbang kerusakan udara dalam jumlah signifikan.
"Dari data yang didapat ternyata industri tekstil itu menyumbang 20 persen kerusakan udara," kata Adian.
Menurutnya, angka-angka tersebut membuat pilihan generasi muda terhadap thrifting menjadi masuk akal.
Pria yang lahir di Manado itu menggambarkan cara pandang anak muda yang merasa bahwa jika tidak memiliki kemampuan memproduksi air bersih, setidaknya mereka berusaha mengurangi pemborosan air melalui pembelian pakaian bekas.
"Mungkin pikiran mereka begini: 'kalau saya tidak bisa membuat air bersih, saya tidak akan membuang air bersih. Kalau saya membeli jeans bekas, sama artinya saya menyelamatkan 2.700 liter air bersih,” ujar Adian.
Menurutnya, pemerintah sebagai regulator perlu memahami motivasi generasi muda secara komprehensif saat membuat kebijakan.
"Jadi kita harus pahami, kita dan pemerintah sebagai regulator, dengan pemahaman yang komprehensif kita mengambil keputusan yang mewakili keadilan di masyarakat," kata Adian.***
Artikel Terkait
Proyeksi Anggaran MBG Tahun 2026, Kepala BGN Berencana Gelontorkan Rp1,2 Triliun per Hari
AgenBRILink Koperasi Desa Merah Putih Ini Manfaatkan Lokasi Strategis hingga Berhasil Hidupkan Ekonomi Desa
Presiden Prabowo Resmikan RS Kardiologi Emirates–Indonesia, Simbol Persahabatan Dua Bangsa
Resmikan Jembatan Kabanaran, Prabowo Tekankan Efek Infrastruktur untuk Ekonomi, Pariwisata, dan Lapangan Kerja
Tetap Akrab Meski Sudah Cerai, Deddy Corbuzier Rayakan Ultah Sabrina dengan Cara Kocak 'Happy Birthday My Ex Wife'
KTT G20 di Johannesburg Diwarnai Isu Ketimpangan Global dan Aksi Boikot Para Pemimpin Dunia
Prabowo Minta Siswa Tak Lagi Sambut di Jalanan Saat Kunjungan Kerja, Ini Alasannya