"Hasil asesmen kerentanan anak dipengaruhi oleh sejumlah faktor sosial seperti apa di antaranya adalah bullying dalam status sosial, broken home dalam keluarga, kemudian kurang perhatian keluarga, pencarian identitas jati diri," jelas Trunoyudo.
Menurutnya, pelaku memanfaatkan kondisi emosional ini untuk membangun kedekatan, memberikan perhatian semu, lalu menyusupkan doktrin kekerasan dan ideologi ekstrem.
Ruang digital menjadi lahan yang ideal bagi kelompok tersebut untuk berinteraksi tanpa pengawasan orang tua.***
Artikel Terkait
KUA-PPAS 2026 Disetujui, DPRD Banten Gaspol Dukung Jalan Desa dan Sekolah Gratis
Vidi Aldiano Bagikan Kabar Terkini, Kesehatan Membaik Walau Tetap Insecure di Media Sosial
Catherine Laga’aia Siap Perankan Moana di Film Live-Action Disney, Dwayne Johnson Kembali sebagai Maui
Wanita 50 Tahun asal Jepang Resmi Didakwa usai Cium Paksa Jin BTS di Acara Fanmeet
BRI Bawa Pulang 3 Penghargaan di Asia Sustainability Reporting Awards 2025, Buktikan Kepemimpinan Keberlanjutan di Asia