Bertanggung Jawab Penuh Atas MBG, Pemerintah Perketat Pengawasan Terhadap Penyimpangan

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 18 November 2025 | 13:14 WIB
Makan Bergizi Gratis (MBG) (Antara)
Makan Bergizi Gratis (MBG) (Antara)

INSIBERNEWS — Menegaskan negara tidak akan menghindar dari tanggung jawab, Presiden RI Prabowo Subianto menekankan bahwa pemerintah bertanggung jawab penuh atas insiden yang muncul terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Diakui bahwa dari puluhan juta makanan yang disalurkan setiap hari, tetap ada potensi gangguan pencernaan. Namun, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tetap bertindak dan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak berulang.

“Karena itu sekarang persiapan lebih ketat, pemantauan lebih keras. Kita minta semua prosedur yang perlu diambil, harus diambil,” kata Prabowo saat berkunjung ke Bekasi, Senin (17/11).

Baca Juga: Pengamat Nilai Positif Kenaikan Pajak Ekspor Emas, Jadi Momentum Dorong Pasokan untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Prabowo bersyukur percepatan MBG berjalan jauh lebih cepat dari ekspektasi.

“Alhamdulillah makan bergizi gratis hari ini sudah mencapai 44 juta, salah satu prestasi tercepat terbesar di dunia. Presiden Brazil menyampaikan ke saya, Brazil memerlukan 11 tahun untuk mencapai 40 juta. Kita belum sampai 12 bulan, sudah mencapai 44 juta,” ungkapnya.

Namun ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri karena target akhir adalah 82,9 juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah dan ibu hamil.

Saat menemui warga, Prabowo menceritakan banyak anak yang menyampaikan bahwa mereka belum menerima MBG.

Baca Juga: Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Intercity Evergreen 2026, Panitia dan Logo Resmi Diumumkan

“Saya jawab, sabar, sabar… Ini adalah yang paling cepat yang kita mampu. Karena ini uang rakyat, harus disiapkan dengan baik. Persiapannya harus matang, supaya tidak terjadi penyimpangan,” ujarnya.

Prabowo menyampaikan bahwa sebagian besar masyarakat merasakan manfaat langsung dari MBG.

“Tapi apa pun, ternyata rakyat merasakan manfaatnya. Kalaupun ada beberapa orang yang tidak setuju, itu saya kira wajar. Tapi secara garis besar, sebagian besar setuju. Tanya guru-guru, anak-anak itu merasa manfaat atau tidak dapat makanan sekali makan di sekolah,” katanya.

Baca Juga: KPK Kian Serius Usut Jalur Whoosh, Dugaan Jual-Beli Tanah Negara Jadi Sorotan Utama

Ia menambahkan bahwa MBG bukan sekadar program makan, tetapi investasi jangka panjang bagi generasi muda.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X