Pemerintah AS mendorong resolusi ini sebagai jalan keluar jangka menengah untuk stabilitas kawasan. Namun sikap keras Israel diyakini akan membuat pembahasan di DK PBB berlangsung panas, terutama mengingat negara-negara anggota masih terbelah dalam menyikapi konflik berkepanjangan di Gaza.
Baca Juga: Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pajak, Penggeledahan Dilakukan di Sejumlah Lokasi
Meski belum dapat dipastikan bagaimana hasil akhir pemungutan suara, pernyataan Netanyahu dinilai sebagai sinyal bahwa Israel tidak akan melonggarkan posisi mereka mengenai isu kedaulatan Palestina. Hal ini membuat upaya diplomasi yang tengah diupayakan komunitas internasional berpotensi semakin rumit.
Dengan ketegangan politik yang terus meningkat, dunia kini menunggu apakah rancangan resolusi tersebut akan lolos dan bagaimana dampaknya bagi masa depan Gaza, proses perdamaian, serta dinamika Israel–Palestina ke depan.***
Artikel Terkait
Dukung PRABU Expo 2025, BRI Dorong Transformasi Teknologi bagi UMKM Naik Kelas
Pastikan Kualitas Pendidikan Merata, Prabowo: Tak Boleh Ada Bagian dari Indonesia yang Tertinggal
PFTI Telah Diijinkan untuk Beroperasi Kembali, Sinyal Positif Untuk ANTM
Akui Kekayaan RI Lama Dinikmati Bangsa Lain, Prabowo Dorong Lahirnya Generasi Dokter dan Insinyur Baru untuk Rubah Pengelolaan
Rumah Tangga Marissa Anita dan Andrew Trigg di Ujung Tanduk, Gugatan Cerai Resmi Diajukan
Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pajak, Penggeledahan Dilakukan di Sejumlah Lokasi
Menjelang HPL? Yuk Lakukan Beberapa Hal Ini Supaya Proses Lahiran Lebih Lancar
Bos KCIC Sambangi Kemenko Perekonomian, Bahas Kondisi Whoosh dan Proses Restrukturisasi Utang
Penyerapan Dana Pemerintah di Himbara Capai 84 Persen, Kemenkeu Sebut Penyaluran Berjalan Efektif
Apink Siapkan Comeback Awal 2026, Penggemar Antusias Sambut Kembalinya Grup Legendaris