DPR 'Sentil' Lotte Chemical: Jangan Hanya Jadi Etalase Asing, Utamakan Pekerja Indonesia!

Photo Author
Abd. Rachman, Insibernews
- Jumat, 14 November 2025 | 17:37 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini (dok fgokar)
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini (dok fgokar)

K3 dan Transfer Keahlian Wajib Dijalankan

Mengingat kompleksitas dan risiko tinggi industri petrokimia, Yahya juga menyoroti dua aspek krusial lainnya:

1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tingkat Internasional

Protokol keselamatan internasional harus menjadi standar minimum, bukan sekadar formalitas.
"Protokol keselamatan bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

2. Vokasi Industri dan Transfer Teknologi

LINE Project harus menjadi momentum untuk mengakselerasi program vokasi industri. Yahya meminta LCI bersama Kementerian Tenaga Kerja dan lembaga pendidikan vokasi (termasuk Politeknik Krakatau di Banten) menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi terintegrasi.

“Proyek ini adalah momentum untuk mengakselerasi program vokasi industri. Harus ada mekanisme transfer keahlian nyata dari tenaga ahli asing kepada tenaga kerja lokal. Dengan begitu, proyek ini akan meninggalkan warisan kompetensi, bukan sekadar infrastruktur,” paparnya.

Yahya Zaini menutup dengan mengingatkan bahwa semua kontraktor dan subkontraktor harus tunduk pada aturan perundangan ketenagakerjaan Indonesia. Pembangunan ekonomi harus sejalan dengan pembangunan manusia, memastikan pekerja dilindungi secara hukum, sosial, dan mendapat hak-hak dasar yang layak.

"Koordinasi antara Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perindustrian, dan pemerintah daerah Banten harus diperkuat agar dampak sosial dan ekonomi proyek dapat dimaksimalkan,” tutupnya (**)

Halaman:

Editor: Abd. Rachman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X