Saat Membacakan Ayat Suci Al-Qur’an di Podium : Mengapa Kemenangan Zohran Mamdani Mengguncang Peta Politik Amerika?

Photo Author
Abd. Rachman, Insibernews
- Jumat, 7 November 2025 | 15:57 WIB
ZOHRAN MAMDANI Wali Kota muslim New York pertama baca ayat suci al-qur'an di pidato kemenangan (Istimewa)
ZOHRAN MAMDANI Wali Kota muslim New York pertama baca ayat suci al-qur'an di pidato kemenangan (Istimewa)

 

INSIBERNEWS-Kemenangan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York pada Selasa, 4 November 2025, bukan hanya sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi sebuah gempa politik historis.

Politisi Demokrat-Sosialis berusia 34 tahun ini tidak hanya mematahkan dominasi politik lama, ia juga menorehkan sejarah sebagai Wali Kota Muslim dan Asia Selatan pertama di New York, kota paling ikonik di Amerika.

Baca Juga: Said Didu Sebut Pernyataan Prabowo Bakal Tanggung Jawab soal Whoosh Bisa Bikin Salah Tafsir

Mandat Inklusivitas dan Akhir Dinasti Cuomo

Di hadapan ribuan pendukung yang tumpah ruah di Brooklyn, pidato kemenangan Mamdani bergaung dengan pesan yang lantang: "mandat untuk politik yang merangkul semua orang." Kemenangannya yang mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo—yang sempat didukung oleh Donald Trump—menandai runtuhnya dinasti politik yang menurutnya hanya menguntungkan segelintir elite.

"Saya masih muda, saya seorang Muslim, saya seorang sosialis demokrat, dan saya tidak akan pernah meminta maaf atas semua itu," tegas

Mamdani, yang disambut sorakan histeris. Penekanan pada identitasnya ini menjadi titik balik, mengubah hal yang sebelumnya dianggap ‘kelemahan’ oleh lawan politik menjadi kekuatan kolektif.

Mamdani secara khusus menyuarakan hak komunitas Muslim, menegaskan bahwa "Setiap Muslim harus merasa menjadi bagian dari kota ini.

Tidak ada tempat untuk Islamofobia di New York." Momen paling spiritual dan menyentuh terjadi saat ia membacakan ayat suci Al-Qur’an di podium, sebuah simbol yang menyatukan solidaritas spiritual dengan aspirasi politik.

Baca Juga: Video Kolaborasi dengan NCT Dream Tuai Kecaman, Nessie Judge Minta Maaf Soal Foto Junko Furuta

Tensi Politik Memanas: Mamdani vs. Donald Trump

Bagian paling eksplosif dari pidato Mamdani adalah ketika ia langsung menyasar Presiden Donald Trump, yang secara terbuka mendukung Andrew Cuomo.

Dengan tatapan mata tajam, ia mengirimkan pesan yang akan dikenang: “Saya tahu Trump menonton pidato saya. Naikkan volumenenya. Dengarkan, Trump—New York adalah dan akan tetap menjadi kota untuk rakyatnya.”

Tantangan terbuka ini segera memicu reaksi dari Gedung Putih. Hanya beberapa saat kemudian, Trump membalas di platform media sosialnya, Truth Social, dengan postingan misterius: “And so it begins!” (Dan ini dimulai!).

Halaman:

Editor: Abd. Rachman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X