INSIBERNEWS - Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah pada awal perdagangan Jumat (7/11/2025). Berdasarkan data pasar spot, rupiah turun tipis sebesar 4 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp16.705 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.701 per dolar AS.
Pelemahan kecil ini mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis data ekonomi Amerika yang diprediksi akan memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik dan fluktuasi harga komoditas, masih menjadi faktor utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Baca Juga: KAI Buka Pemesanan Tiket KA Jarak Jauh untuk Desember, Penumpang Diminta Segera Amankan Kursi
Analis pasar uang menilai, meski melemah, pergerakan rupiah masih relatif stabil di tengah penguatan dolar AS secara global. Dolar masih ditopang oleh data tenaga kerja dan inflasi AS yang solid, membuat investor cenderung memilih aset safe haven untuk sementara waktu.
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) disebut terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valas dan menjaga imbal hasil surat berharga negara agar tetap menarik bagi investor asing. Langkah tersebut diharapkan bisa menahan potensi pelemahan lebih dalam pada mata uang Garuda.
Baca Juga: NU dan Muhammadiyah Kompak Tolak Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto, Singgung Soal Sejarah
Dengan kondisi global yang masih tidak menentu, pelaku pasar kini menanti arah kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia.
Sementara itu, sentimen domestik seperti neraca perdagangan dan cadangan devisa bulan ini akan menjadi indikator penting bagi pergerakan rupiah dalam beberapa pekan ke depan.***
Artikel Terkait
Tiga Minggu di Nusakambangan, Ammar Zoni Curhat Tak Nyaman Gegara Susah Komunikasi hingga Satu Sel dengan Napi Teroris
Resmi Digugat Cerai Na Daehoon, Jule Malah Pamer Foto Bareng Pria Diduga Selingkuhan
Mahfud MD Nilai Polri di Titik Terendah, Desak Reformasi Total dan Usul Presiden Punya Kewenangan Penuh Angkat Kapolri
Jokowi Anggap Wajar Pro-Kontra Soeharto dan Gus Dur Diusulkan Jadi Pahlawan, Tegaskan Semua Pemimpin Punya Jasa
Prabowo Tegas Ambil Alih Polemik Whoosh, Said Didu: Bisa Jadi Sinyal Menenangkan China
Voting The Best FIFA 2025 Resmi Dibuka, Mbappe hingga Bonmati Masuk Daftar Nominasi
Impor Baju Bekas Melonjak Tajam, Pemerintah Desak Penindakan Tegas dari Hulu ke Hilir
Mendag Budi Santoso Ingatkan Bahaya Thrifting, Ajak Masyarakat Cintai Produk Lokal
NU dan Muhammadiyah Kompak Tolak Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto, Singgung Soal Sejarah
KAI Buka Pemesanan Tiket KA Jarak Jauh untuk Desember, Penumpang Diminta Segera Amankan Kursi