INSIBERNEWS – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membeli pakaian impor bekas atau yang lebih dikenal dengan istilah thrifting. Ia menegaskan bahwa praktik tersebut merupakan kegiatan terlarang karena dapat merugikan industri dalam negeri dan menyalahi aturan impor yang berlaku.
“Kita lihat lah produk kita kan bagus-bagus, ngapain beli pakaian bekas, terutama yang impor. Itu kan enggak boleh, dari dulu juga sudah dilarang,” ujar Budi saat menghadiri acara Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga: Impor Baju Bekas Melonjak Tajam, Pemerintah Desak Penindakan Tegas dari Hulu ke Hilir
Budi menilai, tren thrifting yang kembali marak di kalangan anak muda perlu diimbangi dengan edukasi mengenai dampak ekonomi dan kesehatan. Selain berisiko membawa bakteri atau zat kimia berbahaya, pakaian bekas impor juga mengancam keberlangsungan pelaku usaha lokal, terutama di sektor fashion dan tekstil.
Menurutnya, produk-produk fashion lokal saat ini sudah tidak kalah bersaing dari segi kualitas maupun desain. Banyak merek dalam negeri yang telah menembus pasar global dan diakui oleh konsumen internasional karena kreativitas dan inovasi yang tinggi.
“Kualitas produk lokal kita sudah bagus, bahkan banyak yang orientasinya ekspor. Jadi kalau masyarakat mau tampil keren, sebenarnya cukup pakai produk buatan Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga: Voting The Best FIFA 2025 Resmi Dibuka, Mbappe hingga Bonmati Masuk Daftar Nominasi
Ia menegaskan bahwa dengan membeli produk dalam negeri, masyarakat turut berperan dalam memperkuat industri nasional dan membuka lapangan kerja baru. Dukungan terhadap karya anak bangsa, kata Budi, akan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan membuat sektor UMKM semakin berkembang.
Budi juga mengungkapkan, pemerintah terus berupaya mendorong promosi produk lokal melalui berbagai ajang pameran, seperti JMFW 2026 yang menjadi wadah bagi desainer muda dan pelaku UMKM untuk menampilkan karya terbaik mereka ke pasar global.
Baca Juga: Prabowo Tegas Ambil Alih Polemik Whoosh, Said Didu: Bisa Jadi Sinyal Menenangkan China
Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bangga menggunakan merek dan karya lokal. Langkah sederhana seperti memilih busana dari perancang Indonesia, menurutnya, sudah menjadi bentuk nyata dari gerakan cinta produk dalam negeri.
“Kalau kita tidak bangga sama produk sendiri, siapa lagi yang akan menghargai? Jadi, mari sama-sama dukung industri kita supaya bisa terus maju,” pungkas Budi.***
Artikel Terkait
Pemotor Tewas Tertabrak Truk Tangki di Tangerang, Diduga Terjatuh Akibat Jalan Berlubang
Perkuat Industri Petrokimia Nasional, Presiden Prabowo Hadiri Peresmian Pabrik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon
Tragis! Kebakaran Panti Jompo di Bosnia Renggut 12 Nyawa Lansia yang Tak Sempat Selamat
Tiga Minggu di Nusakambangan, Ammar Zoni Curhat Tak Nyaman Gegara Susah Komunikasi hingga Satu Sel dengan Napi Teroris
Resmi Digugat Cerai Na Daehoon, Jule Malah Pamer Foto Bareng Pria Diduga Selingkuhan
Mahfud MD Nilai Polri di Titik Terendah, Desak Reformasi Total dan Usul Presiden Punya Kewenangan Penuh Angkat Kapolri
Jokowi Anggap Wajar Pro-Kontra Soeharto dan Gus Dur Diusulkan Jadi Pahlawan, Tegaskan Semua Pemimpin Punya Jasa
Prabowo Tegas Ambil Alih Polemik Whoosh, Said Didu: Bisa Jadi Sinyal Menenangkan China
Voting The Best FIFA 2025 Resmi Dibuka, Mbappe hingga Bonmati Masuk Daftar Nominasi
Impor Baju Bekas Melonjak Tajam, Pemerintah Desak Penindakan Tegas dari Hulu ke Hilir